Senin, 23 September 2019


Suhadi Bertekad Bangun Taman Bacaan Kelurahan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 556
Suhadi Bertekad Bangun Taman Bacaan Kelurahan

BACA BUKU – Suhadi Suwondo, tampak serius membaca sebuah buku, di kediamannya. Menurutnya guna menumbuhkan minat baca di Kota Pontianak, butuh ditopang oleh sarana dan prasarana seperti taman bacaan dibangun di kelurahan. Ist

PONTIANAK, SP – Membaca adalah membuka jendela dunia. Siapa yang sering membaca, maka dia akan menguasai dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh tokoh masyarakat Kota Pontianak, Suhadi Suwondo. Menurutnya, di setiap suku kata dalam sebuah bacaan, ada arti dan maknanya. Semakin sering seseorang membaca, maka kian tinggi ilmu dan pengetahuannya.

Berkaca dari hal tersebut, dia pun bertekad untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anak maupun orang dewasa di kota ini. Salah satu caranya dengan menyediakan sarana dan prasarana, seperti taman bacaan di setiap kelurahan.

“Ke depan di setiap kelurahan bahkan setiap RW perlu adanya taman bacaan,” kata mantan Kabid Humas Polda Kalbar ini.

Bahkan bukan hanya itu saja, jika memungkinkan disediakan juga taman bacaan di kafe atau restoran. 

“Kafe atau restoran diwajibkan menyiapkan buku bacaan ringan yang bisa dibaca sambil menunggu pesanan makanan, pelanggan dimanjakan dengan membaca buku,” ujarnya.

Suhadi mengutarakan, banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam membangun taman bacaan. Selain meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, juga sebagai implementasi dari amal jariah. Yaitu amalan perbuatan baik, yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya walaupun dia telah tiada. Sepanjang masih bermanfaat bagi banyak orang maka pahalanya akan terus mengalir dan tidak terputus.

Calon Wali Kota Pontianak ini menyebutkan, minat baca warga Kalbar khususnya Kota Pontianak harus terus dipacu. Agar ke depan kualitas SDM semakin meningkat. 

Di sisi lain, membangun minat baca ini, kata Suhadi perlu melibatkan banyak pihak. Mulai dari orangtua untuk mengajak putra-putrinya membiasakan diri membaca, juga para dewan guru, tokoh agama, kaum cerdik pandai, masyarakat atau lembaga-lembaga adat yang ada serta Kaum muda. 

“Kelompok komunitas dan instansi pemerintah, semuanya harus berperan sesuai bidang tugas masing-masing, agar masyarakat gemar membaca. Kita boleh belajar dari Kota Pelajar Yogyakarta. Di mana tingkat baca mahasiswa di sana cukup tinggi. Mereka ada rasa malu atau berdosa jika nilai akademis tidak sesuai harapan,” jabarnya.

Maka itu, dia kembali menekankan, semangat belajar dan kemauan membaca perlu dibangun dan tumbuh kembangkan oleh warga Kalbar.

“Dengan membaca akan memudahkan kita berkomunikasi dengan siapapun, mari kita wujudkan taman bacaan di setiap Rukun Warga (RW),” pungkasnya. (pk/and)


  •