Senin, 23 September 2019


SD 33 Bentasan Semarakkan Hari Cuci Tangan

Editor:

Tajil Atifin

    |     Pembaca: 618
SD 33 Bentasan Semarakkan Hari Cuci Tangan

ilustrasi

PONTIANAK, SP - Siswa kelas enam Sekolah Dasar (SD) 33 Bentasan, Pontianak Utara, sangat antusias mengikuti kegiatan Hari Cuci Tangan Sedunia yang diadakan di halaman sekolahnya, Senin (9/10).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan hubungan kerjasama antara Dinas Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta dalam rangka memperingati Hari Keluarga Ke-XXIV tingkat Kota Pontianak tahun 2017.

Pagi itu, terik matahari tidak menyurutkan semangat para murid untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang ada. Sambil melenggak-lenggok mengikuti irama musik, seorang murid, Roni dan teman-temannya, menampilkan parodi senam sehat di hadapan pejabat-pejabat kota, guru, serta seluruh lapisan masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.

Berbicara soal mencuci tangan, ia hapal betul bagaimana langkah-langkah yang baik dan benar. Kecakapan tersebut ia dapatkan dari didikan orangtua di rumah yang selalu mengajarkan pola hidup sehat, dimulai dari hal-hal kecil seperti mencuci tangan setelah beraktifitas, contohnya.

Tradisi di rumah itu pun lantas membuatnya terbiasa menerapkannya ketika berada di mana pun, termasuk di lingkup sekolah yang juga menekankan siswa-siswanya, agar membiasakan diri mencuci tangan.

“Kalau di rumah sudah biasa harus cuci tangan sebelum makan, setelah main yang kotor-kotor. Di sekolah juga sama, waktu istirahat harus mencuci tangan dulu sebelum jajan di kantin sekolah,” tuturnya sambil mempraktikkan cuci tangan.

Selain menghapal cara mencuci tangan yang baik dan benar, ia juga menyadari arti penting dari mencuci tangan tersebut. Menurutnya, mencuci tangan itu adalah bagian dari kebersihan diri yang harus diterapkan.

“Kalau kita malas cuci tangan, nanti gampang sakit, kuman-kuman masuk dalam tubuh, kalau sakit tak bisa sekolah, nanti absennya bolong,” ucapnya.

Sementara itu, pihak dari Dinas Kesehatan Kota, Handanu mengatakan bahwa mencuci tangan menggunakan sabun merupakan salah satu indikator pola perilaku hidup sehat. Hal sederhana seperti mencuci tangan ini, diakuinya dapat berdampak besar bagi kesehatan tubuh.

“Kita mempunyai 17 indikator keluarga sehat, salah satunya yaitu perilaku cuci tangan pakai sabun. Berdasarkan penelitian, kebiasaan mencuci tangan setelah beraktivitas itu dapat menurunkan angka kesakitan disaluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi. Contohnya seperti diare dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Darmanelly mengatakan, Kegiatan Hari Cuci Tangan Sedunia merupakan program internasional yang sangat baik.

Menurutnya tradisi cuci tangan harus dibudayakan mulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga. Ia juga berharap, dengan adanya kegiatan ini pola perilaku hidup sehat dapat diterapkan secara merata di Kota Pontianak.

“Banyak sekali penyakit yang dapat dicegah hanya dengan membiasakan diri mencuci tangan. Hal tersebut dapat diterapkan mulai dari keluarga. Kita mengutamakan dari Tingkat Kanak-kanak (TK), hingga menggerakkan tim PKK untuk mensosialisasikan kepada ibu-ibu untuk diterapkan dikeluarganya masing-masing,” tutupnya. (awa/lis)