Midji Marah Pengerjaan Jembatan Bansir Lambat

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 587

Midji Marah Pengerjaan Jembatan Bansir Lambat
RAMAI – Lalu lintas kendaraan di Jembatan Bansir, Jalan Imam Bonjol terpantau ramai. Jalan ini sudah mulai ditutup sejak Rabu (4/10) petang, sebagai tindak lanjut pengerjaan Jembatan Bansir. SP/Balasa
PONTIANAK, SP – Lambatnya pengerjaan Jembatan Bansir di Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, membuat Wali Kota Pontianak, Sutarmidji geram. Apalagi, penutupan jalan sudah dilakukan sejak pekan lalu. Kontraktor pelaksana proyek diminta kejar target dengan melakukan pengerjaan 24 jam.

"Sudah tahu itu jembatan vital, tapi kerjanya lambat. Malah hari Sabtu Minggu tidak ada aktivitas, alat-alat berat tidak beroperasi," kesal Sutarmidji, Selasa (10/10).

Saat ini jembatan Bansir sudah dirobohkan, akses jalan sudah ditutup sejak pekan lalu. Semestinya, pengerjaan bisa dilakukan 24 jam dengan sistem pembagian waktu kerja. Dengan demikian, proyek bisa cepat selesai. Apalagi berdasarkan rapat bersama beberapa waktu lalu, jangka waktu pengerjaan hanya 51 hari.

"Kalau sekarang yang saya lihat dalam dua hari ini malah tidak ada aktivitas," ungkapnya.

Menurutnya, jika pelaksana proyek tak mampu, semestinya jembatan tak perlu dibongkar. Dia meminta pengerjaan jembatan konsisten dengan waktu yang diberikan dan kualitas jembatan benar-benar kuat.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Manuel menjelaskan kondisi jembatan sudah diteliti. Sewaktu setengah bagian jembatan belum dibongkar, ketika ada kendaraan besar masuk, jembatan bergerak seperti ayunan. Hal itu lantaran pondasi tiang belian sudah dipotong sebagian.

"Nah, di situ data sondirnya kedalaman tanah keras 24 meter, sementara tiang belian tidak sampai 6 meter. Kami khawatir kalau terjadi keretakan itu kan langsung ambruk, sehingga kami kemarin keputusan untuk keselamatan pengguna jalan," jelasnya.

Penutupan akhirnya dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya korban. Berdasarkan hasil kajian, rencananya akan dibuat kesdam. Namun karena curah hujan tinggi, arus air di sekitar lokasi pun cukup deras. Ketika menjelang siang, air mengarah ke sungai. Saat menjelang malam, air mengarah ke arah darat. Untuk meminimalkan kondisi, jalan ditutup.

"Harapan kami pengguna jalan di situ aman, walaupun harus dialihkan ke tempat lain, karena memang berdasarkan pengamatan kami, banyak alternatif jalan yang bisa dilalui," ungkapnya.

Jalan keluar untuk mengatasi masalah air sudah didapat. Dalam satu dua hari ke depan, kerja siang malam akan dilakukan. Dia berharap waktu 51 hari yang diberikan tak akan molor.

"Kalau kita lihat dari kaca mata awam struktur awal jembatan itu kayu belian, kita lihat sepintas memang masih bagus, tapi kita tidak bisa melupakan tumpuan kayu belian ini hanya menggunakan laci, jadi pondasi tiang dan diapit laci. Hanya bertumpu di situ, karena tingkat belian tidak sampai ke tanah keras. Di situ pondasi kami menggunakan tiang pancang panjangnya 24 meter. Sementara tiang pancang dari kayu belian, enam meter pun tidak sampai," jelasnya.

Manuel kembali meyakinkan, proyek itu tak akan molor. Pengerjaannya sendiri tak hanya di lokasi jembatan. Ada beberapa bahan yang dikerjakan di workshop dan dibawa ketika sudah siap. Misalnya box. Dalam waktu seminggu, pemasangan komponen ini bisa dilakukan.

"Jadi kita tidak bekerja di lokasi saja dikarenakan pertimbangan lokasi yang sempit dan padat, kami menghindari hal yang tidak diinginkan, jadi kami bekerja di workshop tinggal mobilisasi saja, dan kami juga melakukan pemadatan tanah dasar, tempat bertumpunya box itu," jabarnya.

Pihak ahli pun turut dilibatkan dalam proyek ini untuk kajian teknis.

"Mudah-mudahan setelah pemadatan tangan dasar, box bisa dipasang nanti kita lanjutkan dengan mengecor lantai jalannya," pungkasnya. (bls/ind)

Komentar