Absen Retribusi, Izin Dagang Dicabut

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 580

Absen Retribusi, Izin Dagang Dicabut
Ilustrasi
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo menegaskan akan menindak para pedagang yang absen membayar retribusi. 

Di pasar, retribusi memang ditarik dengan dua jenis, yakni kepada pemerintah dan asosiasi. Penarikan retribusi ini, berlaku untuk semua pedagang di pasar tradisional di Pontianak. 

"Pedagang yang tidak membayar retribusi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) maupun asosiasi pedagang di pasar, untuk kebersihan dan keamanan, izinnya akan kita cabut," tegasnya, Minggu (15/10).

Bukan cuma itu, jika ada pedagang terindikasi menyewakan atau menjual lapak, sanksi serupa akan diberikan. 

Menurutnya, pedagang tipe seperti itu memang sudah tak niat berdagang di pasar. Akan lebih baik jika lapak itu diberikan kepada mereka yang benar-benar ingin berjualan. 

Apalagi di pasar, kata Haryadi, tak jarang masih dijumpai para pedagang informal. Mereka pun berjualan secara liar, karena tidak memiliki tempat yang pasti. Jika pedagang ini bisa diakomodir untuk masuk ke pasar, tentu jauh lebih rapi. 

Dinas pun akan memprioritaskan mereka jika memang ada lapak yang kosong. "Jika ada lapak kosong kami prioritaskan ke mereka, pedagang informal itu harus dibina agar dapat tempat," jelasnya.

Haryadi memberi contoh, pedagang ini bisa ditemui di luar Pasar Flamboyan ketika pagi datang. Semestinya, mereka tidak boleh berjualan di pinggir hingga badan jalan. Malah dia berujar, sebenarnya pedagang ini sebagian sudah diberikan lapak di Pasar Kenanga Anggrek, Kecamatan Pontianak Timur.

"Kami ingin menjadikan pasar tradisional mengantongi SNI. Saya tegas apabila ketahuan sewa lapak saya cabut, ini berlaku untuk semua pasar," tutupnya. (bls/and)

Komentar