Minggu, 15 Desember 2019


190 Pelajar Didorong Piawai Menulis Puisi

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 897
190 Pelajar Didorong Piawai Menulis Puisi

PELATIHAN - Pelatihan menulis puisi yang diadakan Pustaka Rumah Aloy bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Untan di SMPN 3 Pontianak, kemarin. Kegiatan ini bertemakan 'Safari Literasi'. Ist

Safari Literasi di SMPN 3 Pontianak


190 pelajar SMPN 3 Pontianak, mengikuti pelatihan menulis puisi yang diadakan Pustaka Rumah Aloy bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Untan.

SP - Kegiatan bertemakan 'Safari Literasi' itu, diharapkan dapat menumbuh kembangkan budaya baca tulis sejak dini. 

“Budaya baca tulis sebenarnya harus ditanamkan sejak dini. Penanaman tersebut paling tidak dapat merangsang minat siswa dalam menulis dan membaca,” ungkap Mariyadi, Direktur Pelaksana Pustaka Rumah Aloy, saat diwawancarai di SMPN 3 Pontianak, Selasa (17/10).

Menurutnya, kegiatan baca tulis memang seharusnya terus digaungkan dan digerakkan. Melalui 'Safari Literasi' ini, merupakan satu di antara wujud menggaungkan hawa literasi di Kalimantan Barat, khususnya bagi pelajar SMPN 3 Pontianak. 

“Kita akan datangi SMA dan SMP se-Kota Pontianak untuk diajak bekerja sama. 

Mariyadi mengatakan, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan. Pada tahun ini, dia bersama relawan-relawannya mentargetkan SMP dan SMA di Pontianak. Menurutnya, rekayasa sosial tentang literasi harus dilaksanakan menyeluruh. Sebab pelatihan menulis ini tentu akan membawa hasil. 

Pihak Pustaka Rumah Aloy menggratiskan pelatihan ini, sampai pada proses penerbitannya. Hal tersebut agar anak-anak tidak takut untuk menulis dan menerbitkan buku. 

“Untungnya kita punya sukarelawan yang secara sukarela datang ke sekolah-sekolah. Relawan tersebut merupakan para penulis yang diajak langsung oleh tim kami,” ungkap Mariyadi.

Disinggung soal kemampuan gerakan ini dalam skala masif, Mariyadi mengakui sangat terbantu oleh sukarelawan-sukarelawan yang tanpa dibayar memberikan materi di sekolah-sekolah. Selain itu, para relawan juga sangat membantu dalam proses penerbitan buku. 

“Kita sangat menyambut dengan baik. Sudah menjadi cita-cita saya, harus ada antologi puisi di sekolah,” ungkap Subhan, Kepala SMPN 3 Pontianak.

Menurut Subhan, kegiatan ini juga telah mereka programkan. Kedatangan Pustaka Rumah Aloy yang siap menerbitkan karya siswa ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba. Dengan itu, target sekolah untuk membuat antologi puisi dapat tercapai. 

“Sedikitnya kita ingin satu kumpulan puisi, satu kumpulan cerpen, dan satu buletin. Nah, kali ini dengan jumlah siswa yang tidak sedikit kita dapat dua kumpulan,” ungkapnya.

Menurut Subhan, siswa harus dilatih menulis sejakdini. Dengan demikian akan terbiasa terbiasa saat telah lulus. Bisa jadi pula pelatihan ini kelak menjadi bekal keahlian siswa dalam menulis puisi. 

“Saya sangat kagum dan berharap pelatihan ini tidak sebatas ini saja,” ungkap Agus Wartiningsih, Kepala Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Untan.

Menurut Agus, acara ini sangatpositif. Apalagi pertama kali diadakan di SMPN 3 yang menjadi SMP idaman para siswa. Dampaknya akan luar biasa bagi perkembangan tulis menulis di Pontianak. Untuk jenjang sekolah SMP, menyusun puisi dalam antologi, itu adalah luar biasa. 

“Ini merupakan usaha pertama kita untuk mengembangkan bakat anak,” tambah Agus.

Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu anak untuk mengembangkan bakatpenulis yang sebenarnya telah ada. Dia meyakini akan lahir beberapa penulis muda karena fasilitas-fasiltas telah tesedia, baik itu dari sekolah, penerbit, dan kampus nantinya. 

“Selama ini, pembelajaran bahasa Indonesia, kita hanya melihat karya orang lain. Setidaknya, dalam acara ini kita belajar membuat. Maka dari itu, akan kita gaungkan kegiatan ini kearah lebih baik,” paparnya.

Menurut Agus, siswa dan guru setidaknya akan diberikan pemahaman untuk mencipta puisi. "Dari kegiatan inilah kita dapat membiasakan hal tersebut. Harapannnya, kegiatan ini dapat berlangsung terus menerus dan target ke jenjang yang lebih baik lagi," pungkasnya. (*/and)


  •