Densus Tipikor untuk Perkuat Upaya Pemberantasan Korupsi

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 637

Densus Tipikor untuk Perkuat Upaya Pemberantasan Korupsi
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP – Wakil Gubernur Kalbar, Cristiandi Sanjaya berpendapat, rencana Polri untuk membentuk Densus Tipikor tujuannya tak lain adalah untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.

“Soal Densus Tipikor itu kan pusat. Masalah untuk pengawasan (tindak pidana korupsi), baik KPK maupun Polri (Densus Tipikor) tidak ada masalah bagi kita. Yang penting, kita harus menglola keuangan negara dengan baik,” kata Crisitiandi, belum lama ini.

Menurutnya, lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi pengelolaan keuangan negara, tentu punya tujuan yang sama. Yaitu, ingin mewujudkan transparansi, sehingga uang rakyat yang dikelola negara tersebut dapat digunakan sesuai aturan dan tepat sasaran.

“Bagi kita, niatnya  KPK BPKP, Kejaksaan dan Polri, semua ingin adanya transparansi dalam pengelolaan uang rakyat, baik itu di APBN, ABPD dan APBDes. Yang jelas, kita ingin semua dikelola dengan baik,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto menegaskan, Densus Tipikor yang direncanakan akan dibentuk Polri, prinsipnya adalah untuk membantu aparat penegak hukum lainnya dalam melakukan pemberantasan korupsi.

“Jadi, Densus Tipikor ini dibentuk, nantinya untuk bersinergi dengan aparat penegak hukum yang lain, seperti Jaksa dan KPK. Prinsipnya semua diarahkan untuk bagaimana korupsi itu tidak ada, baik sistemnya yang mengarah terbukanya peluang untuk korupsi maupun kepada individu yang memang punya niat ataupun akan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Brigjen Rikwanto.

Sebagaimana diketahui, dalam penaganan kasus korupsi, di Polri sendiri saat ini sudah ada Direktorat Tipikor Mabes Polri yang telah dibentuk duluan. Sementara di tingkat Polda, penanganan kasus korupsi juga ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus.

Sehingga, yang menjadi pertanyaan adalah, jika Densus Tipikor ini kemudian benar-benar dibentuk, apakah Direktorat Tipikor Mabes Polri yang telah ada, kemudian akan dilebur jadi satu? Menaggapi hal itu, Rikwanto pun mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan.  

“Walaupun kita sudah punya Direktorat Tipikor, namun sepertinya ini perlu dibesarkan untuk menghadapi tantangan ke depan. Karena, sayang sekali APBN kita besar hampir Rp2000 triliun, namun kalau bocornya juga besar, kan yang rugi juga masyarakat,” ungkapnya.

“Yang jelas, hitung-hitungan awalnya (rencana pembentukan Densus Tipikor) sudah disampaikan bapak Kapolri dengan DPR-RI Komisi III kemarin, tentang rencana Polri untuk membentu Densus Tipikor itu,” pungkasnya. (abd/ind)

Komentar