Paguyuban Madura dan Putri Gubernur Bagikan Tajin Mera Pote

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1003

Paguyuban Madura dan Putri Gubernur Bagikan Tajin Mera Pote
MAKAN TAJIN - Putri Gubernur Kalbar Cornelis, Angelina Fremalco dan Ketua Bidang Kepemudaan IKBM Kalbar, David Maryansyah, ikut makan bubur merah putih dalam rangka peringan Hati Santri Nasional, Minggu (22/10). SP/Umar

Hari Santri Nasional


Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional, pemuda dari paguyuban Madura dan komunitas Dayak, membagikan tajin mera pote (bubur merah putih) ke masyarakat pengguna jalan di Tugu Digulis, Pontianak, Minggu (22/10) sore. 

SP - Bubur yang melambangkan nasionalisme dan menjadi ciri khas salah satu tradisi masyarakat Madura ini, sengaja dibagikan dalam rangka Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

"Pembagian bubur merah putih ini melambangkan bahwa kita Indonesia," ujar Ketua Bidang Kepemudaan Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, David Maryansyah dalam sambutannya di Tugu Mohammad Alianyang, Kubu Raya, yang menjadi rute peringatan Hari Santri.

David menjelaskan, peringatan ini sebagai bentuk aktualisasi para santri dan pemuda dalam mengenang jasa pahlawan, terkhusus santri yang turut memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

"Kita ketahui bahwa perjuangan bangsa ini tidak lepas keikutsertaan para santri terdahulu. Nah, inilah salah satu bentuk kita untuk mengenang jasa mereka," terangnya.
Ia berharap, ke depan pemerintah di Kalbar dapat memasyarakatkan peringatan Hari Santri.

"Saya berharap kepada Para Provinsi Kalbar nantinya, acara-acara seperti ini dijadikan agenda daerah untuk memajukan daerah kita," pintanya.

Tak hanya dari kalangan santri, sejumlah pemuda dari komunitas masyarakat Dayak juga terlibat dalam pembagian tajin mera pote peringatan Hari Santri.

Sedianya, peringatan tersebut dihadiri Bupati Landak Karolin Margret Natasa, namun hanya bisa diwakilkan oleh sang adik, Angelina Fremalco.

Angelina menyambut baik peringatan Hari Santri. Dikatakannya, bangsa ini telah mengakui perjuangan para alim dan santri untuk negara ini.

"Hari Santri Nasional itu sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Itu merupakan pembuktian, pengakuan terhadap para ulama dan santri," ucapnya.

Putri dari orang nomor satu Kalbar ini berpesan, agar pemuda saat ini dapat meneladani pahlawan dari kalangan santri. Setidaknya, kata dia, bagaimana pemuda bisa menyikapi dengan arif keberagaman bangsa ini yang terdiri dari berbagai suku dan agama.

"Harapan saya, adik-adik santri semuanya bisa meneladani para pahlawan-pahlawan terdahulu, santri-santri terdahulu yang sudah bersusah payah merebut kemerdekaan ini," harapnya.

"Harapan saya, mereka bisa mengisi kemerdekaan dengan menjadi santri yang baik dan menjaga kerukunan antar umat beragama, begitu banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia ini," tuturnya. (umar faruq/ind)