Bela Negara, Pelajar Perlu Belajar dari Pendahulu

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 618

Bela Negara, Pelajar Perlu Belajar dari Pendahulu
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menginginkan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan ke depan, digelar dua kali setahun. Jika tidak, dibuat dua sampai tiga angkatan. Materi pokok pun sebisa mungkin disesuaikan, misalnya bidang ekonomi tentang industri kreatif.

"Kalian harus banyak belajar dari pendahulu kita di negara ini dan pada mereka-mereka yang sukses mengembangkan karir, dari yang bukan siapa-siapa menjadi orang yang paling hebat," pesan Sutarmidji saat memberikan materi Bela Negara di Unit Latihan Kerja Industri di Jalan Abdurrahman Saleh, Senin (30/10).

Bela negara kali ini diikuti sekitar 60 orang pelajar se-Kota Pontianak. Tujuannya untuk membentuk jati diri sebagai putra-putri Indonesia yang terpatri betul untuk menjaga NKRI. Apalagi di beberapa negara, telah hancur dan terpecah belah. Sementara Indonesia, dengan keberagaman yang dimiliki, bisa terus bersama.

"Kita dengan negara yang luas ini alhamdulillah kita diikat oleh empat pilar pemersatu bangsa, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," jelasnya.

Sutarmidji menegaskan, tak perlu lagi mempertentangkan Pancasila dan agama. Jika orang paham dengan agama yang dianut, apa yang ada di dalam Pancasila, sila-sila dalam Pancasila, tidak satu pun yang bertentangan dengan agama mana pun di Indonesia. Pancasila sebagai perekat dari keberagaman.

"Intinya itu yang harus terus digali untuk supaya kita bisa menyelaraskan diri dalam perkembangan zaman," ucapnya.

Tiap pemeluk agama, silakan menjalankan ajaran agama masing-masing dengan baik. Hal itu sudah bagian menjadi seorang Pancasilais. Saling menghormati. Tidak ada agama yang mengajarkan saling membunuh, saling ejek dan memaki.

Dalam Islam, lanjut Midji, Rasulullah memimpin negara Madinah dengan konstitusi yang masih relevan hingga saat ini, namanya Konstitusi Madinah. Konstitusi Madinah, satu hal yang paling penting, di mana tertulis ketika negara Madinah diserang oleh musuh, semua etnis, semua agama dan semua komponen  yang ada di dalam wilayah Madinah itu, harus bahu membahu mempertahankannya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak, Rizal menerangkan pelatihan bela negara sengaja untuk mempersiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa. 

Bagaimana mereka memahami Pancasila. Bagaimana mereka mengisi dan mendukung, agar tahun-tahun mendatang tantangan bisa diatasi. 

"Sekarang baru 60 peserta, tahun depan kemungkinan akan bertambah dan direncanakan akan dikolaborasikan dengan mahasiswa," pungkasnya. (bls/and)