Bekraf Luncurkan Bisma, Aplikasi Pendataan Ekraf di Pontianak

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 462

Bekraf Luncurkan Bisma, Aplikasi Pendataan Ekraf di Pontianak
BISMA - Aplikasi Bisma kini diluncurkan di Kota Pontianak. Bisma memungkinkan untuk mengakomodir jumlah ekraf yang ada untuk saling terhubung di seluruh Indonesia dengan Bekraf. (Antara Foto)
PONTIANAK, SP - Melihat perkembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Pontianak yang cukup bagus, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyediakan sebuah layanan berbentuk aplikasi untuk pendataan ekraf.

Aplikasi tersebut diberi nama, Bekraf Information System on Mobile Application (Bisma). Aplikasi on mobile ini bisa dimanfaatkan untuk pelaku usaha.

"Aplikasi ini dibuat agar Bekraf dapat melakukan pendataan ekraf, sehingga nantinya akan masuk di pusat data kami. Dan ini akan mempermudah ekonomi kreatif untuk memperoleh baik itu pelatihan Bimtek serta fasilitas lainnya," ujar Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf, Wawan Rusiawan di Pontianak, kemarin.

Kota Pontianak merupakan daerah ke lima penggunaan program ini. Agar pelaku ekonomi di Pontianak bisa terintegrasi. 

"Jadi tidak perlu bikin baru sebab biayanya yang cukup mahal, tinggal mengontak kami untuk meminta data pelaku ekonomi kreatif dari Pontianak yang sudah didata melalui Bisma. Juga jika ingin melakukan kolaborasi dengan ekraf di provinsi lainnya juga dapat memanfaatkan aplikasi ini," katanya.

Artinya, kata Wawan, kehadiran Bisma akan menghubungkan secara langsung jaringan ke pelaku ekraf lain di seluruh Indonesia. Misalnya, berbicara soal pasar atau permodalan pembiayaan.

"Dengan adanya data base kita akan lebih mengenal karakter ekraf seperti apa, ini juga pengawasan, dan menganalisis perkembangan usahanya, juga menjadi data untuk memberikan dukungan bantuan dari Bekraf," tuturnya.

Untuk sistem penggunaan aplikasi tersebut, ekraf bisa mengunduhnya melalui App Store atau Play Store, serta mengikuti langkah-langkah selanjutnya. Sehingga bisa terdaftar di Bekraf.

"Apabila sudah mengikuti langkah-langkahnya, nanti ini akan disaring lagi oleh Bekraf, apa saja persyaratan yang kurang data sehingga nanti bisa dikonfirmasi kekurangannya," terangnya.

Sejauh ini kata Wawan, untuk pengguna aplikasi ini sudah sebanyak 5.000 pengguna dari 8,2 juta ekraf yang terdata di seluruh Indonesia melalui BPS.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Syarif Saleh mengapresiasi hadirnya Bekraf di Kota Pontianak. Bahkan pihaknya juga mendukung dengan memfasilitasi setiap kegiatan Bekraf di Kota Pontianak.

"Kita terus mendukung, sebab manfaatnya yang sangat besar bagi pelaku ekonomi kreatif, utamanya anak muda yang kini mulai gencar dalam beriwirausaha. Dengan pembinaan yang terus diberikan, tentu akan berdampak terhadap perkembangan usaha mereka, kita dari Pemkot selalu mendukung akan hal ini," pungkasnya. (ova/and)

Komentar