Penerbit Pulau Jawa Andil di KBF 2017

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 550

Penerbit Pulau Jawa Andil di KBF 2017
PILIH BUKU - Sejumlah pengunjung Kalbar Book Fair, serius memilih buku, Minggu (5/11). Dalam pameran tersebut, juga diramaikan oleh penerbit dari Yogyakarta. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Kalbar Book Fair 2017, menuai antusias warga. Beragam kegiatan digelar di sana. Tak hanya melibatkan warga Kalbar saja, namun juga warga luar daerah yang ikut mengisi stan-stan pameran.

Seperti salah satu stan dari kumpulan suplier yang berasal dari Jawa Timur dan sekitarnya. Stan yang berderet tak jauh dari pintu masuk utama perhelatan Kalbar Book Fair 2017 ini, tampak selalu ramai dikunjungi para pemburu buku.

Salah satu penjaga stan sekaligus koordinator stan penerbit Jawa Timur, Jajuli mengatakan bahwa stan tersebut kebanyakan dari grup-grup penerbit buku di Yogyakarta.

“Stan ini kami suplier dari Yogya, kebetulan merupakan grup-grup penerbit yang kebanyakan dari Yogya dan sekitarnya lah pokoknya,” katanya.

Jajuli mengatakan, bahwa buku-buku yang dipasarkan pada perhelatan itu, didatangkan langsung dari Yogyakarta. Sementara sumber daya penjaga stan tetap orang-orang asli Kalbar.

Untuk jumlah eksemplar buku sendiri, dia mengatakan jumlahnya belum dapat dipastikan karena koordinator suplier sedang tidak berada di tempat. Namun Jajuli memperkirakan jumlahnya hampir dua ribuan buku. 

Soal penjualan buku, Jajuli belum dapat memastikan pula berapa banyak yang laku sejak Kalbar Book Fair ini digelar. Pihaknya belum menghitung secara menyeluruh. Tapi, menurutnya tak sedikit warga yang membeli buku di stan mereka.

“Berapa banyak ini sangat variatif sih. Tapi antusias masyarakatnya lumayan. Cuma datanya belum tau persis, karena memang masih belum direkapitulasi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jenis buku yang paling banyak dibeli oleh pengunjung merupakan jenis buku-buku novel. Mereka yang membeli rata-rata kaum hawa. Selain itu Jajuli juga mengatakan bahwa, untuk jenis buku-buku resep dan holtikultura juga cukup diminati oleh masyarakat. (aan/and)

Komentar