Minggu, 15 Desember 2019


Kekerasan dan Mesum Pelajar, YNDN Soroti Pola Pendidikan Karakter

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 570
Kekerasan dan Mesum Pelajar, YNDN Soroti Pola Pendidikan Karakter

Grafis. Suara Pemred/Koko

PONTIANAK, SP - Dalam kurun waktu sebulan terakhir, beragam kasus menyangkut anak terjadi. Mulai dari kasus kaus berkonten pornografi, viralnya video kekerasan di sekolah, hingga terbaru, video tindak asusila yang dilakukan pelajar SMP.
Rentetan ini agaknya punya satu benang merah, soal moralitas.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Devi Tiomana mengatakan apa yang terjadi kini menunjukkan adanya persoalan moralitas.

"Saya tidak mengerti kenapa sekarang muncul di akhir tahun dan beruntun. Dan itu memang sedang kita lihat, bagaimana moralitas pelajar kita dipertanyakan banyak pihak," katanya, Rabu (8/11).

Kasus-kasus yang melibatkan pelajar membuat publik bertanya, ada apa dengan dunia pendidikan.

"Sudah kah benar-benar pendidikan karakter itu diterapkan. Karena di Kota Pontianak sudah ada Perda tentang pendidikan karakter. Sejauh mana efektivitas pendidikan karakter dilaksanakan di dunia pendidikan. Karena yang terlibat rata-rata pelajar," ujarnya mempertanyakan.

Pendidikan karakter yang diterapkan harus dievaluasi di tengah degradasi moral yang terjadi. Apakah pendidikan karakter sudah berjalan dengan baik atau belum. Bila ada yang salah, harus diperbaiki atau disempurnakan.

"Pendidikan karakter ini bisa dipadukan dengan konsep pembinaan keluarga. Karena memang, di keluarga ini, saat ini sedang rapuh dengan nilai-nilai moralitas," imbuhnya.

Jika dulu pendidikan karakter berbasis individu dan komunitas, mungkin sekarang harus berbasis keluarga. (bls)




  •