Drama Novanto Masih Berlanjut

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 478

Drama Novanto Masih Berlanjut
Grafis. Suara Pemred/Koko
Febri Diansyah, Juru bicara KPK
“Para penyidik lembaga antirasuah itu membawa surat penangkapan terhadap Setnov karena yang bersangkutan telah berulang kali mangkir dari panggilan.”

Fredrich Yunadi, Kuasa Hukum Setya Novanto
“Beliau mengalami kecelakaan mobilnya tuh hancur, beliau langsung pingsan. Jam 7 lebih,"

PONTIANAK, SP – Kisah dugaan korupsi e-KTP (KTP Elektronik) dengan tersangka Setya Novanto, Ketua DPR RI, laksana drama-drama di film-film Indonesia. Penuh dengan drama, konflik, dan tokoh-tokoh unik.

Setelah memenangkan praperadilan, Novanto ditetapkan lagi sebagai tersangka oleh KPK pada Jum’at (10/11). Setya Novanto pun telah mengajukan praperadilan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (15/11). Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar itu juga pernah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus proyek KPK-e pada 17 Juli 2017 lalu.

Lembaga antirasuah itu pun memanggil sang ketua DPR ini, menjadi saksi dari para tersangka lain. Namun, Setya tidak pernah datang ke KPK untuk menjadi saksi. 

Drama politik di Tanah Air akibat dugaan korupsi proyek pembuatan KTP Elektronik sejatinya kini memasuki detik-detik terakhir setelah beberapa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi rumah anggota DPR Setya Novanto pada Rabu (15/11) malam di Jakarta.

Setya Novanto yang menjadi pimpinan Fraksi Golongan Karya di DPR, saat dimulainya proyek pembuatan KTP Elektronik bernilai tidak kurang dari Rp5,9 triliun sekitar tahun 2011, dianggap sangat berperan terhadap dugaan terjadinya korupsi proyek yang nilainya tidak kurang dari Rp2,3 triliun dan diduga melibatkan beberapa oknum anggota DPR hingga pengusaha swasta.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, “Para penyidik lembaga antirasuah itu membawa surat penangkapan terhadap Setnov karena yang bersangkutan telah berulang kali mangkir dari panggilan.”

Karena itu, KPK sedang melakukan pencarian atau bahkan pengejaran terhadap pimpinan lembaga negara ini yang telah beberapa kali disangka, terlibat kasus penyalahgunaan termasuk pada kasus PT Freeport Indonesia.

Bahkan tidak kurang dari Presiden Joko Widodo telah mengingatkan, agar semua pihak untuk mematuhi atau melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam siaran pers Deputi Protokol dan Media Sekretariat Presiden, Bey T Machmudin dinyatakan bahwa harapan tersebut disampaikan Presiden Jokowi termasuk untuk urusan korupsi "super raksasa " ini.

Sampai dengan Kamis (16/11) siang, masih belum terdengar tentang upaya pencarian penangkapan Setyo yang juga merupakan Ketum DPP Partai Golongan, salah satu parpol terkuat di Tanah Air.

Setya Novanto selaku anggota DPR RI periode 2009 s.d. 2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjono, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dirjen Dukcapil Kemendagri dan kawan-kawan.

Mereka diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara atas perekonomian negara sekurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam pengadaan paket penerapan KTP elektronik 2011 s.d. 2012 Kemendagri.

Setya Novanto disangkakan Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atas nama tersangka.

Tabrak Tiang


Ketua DPR RI Setya Novanto mengalami kecelakaan mobil di kawasan Pertama Hijau, Jakarta Selatan saat hendak menuju gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/11) malam.

Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto menyatakan kecelakaan kliennya itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. "Beliau mengalami kecelakaan mobilnya tuh hancur, beliau langsung pingsan. Jam 7 lebih," kata Fredrich di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa kliennya itu mengejar waktu ke KPK untuk memberikan keterangan. "Beliau buru-buru kejar waktu mau secepat mungkin ke KPK untuk beri keterangan apa yang mereka mintakan," tuturnya.

Saat ini, kata dia, Setya Novanto sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta Selatan.

"Dokter katakan tekanan darahnya tinggi, 190. Beliau kan ada sejarah vertigo apalagi belakangan banyak tekanan. Beliau belum siuman sudah disuntik," ucap Fredrich.

Saat ini, pengacara itu menyebutkan Novanto menjalani perawatan dalam kondisi belum siuman di lantai tiga salah satu rumah sakit kawasan Permata Hijau.

"Benjol kening luka semua dan ajudannya juga luka," ungkap Fredrich.
Berdasarkan potongan video yang beredar di kalangan awak media, tampak mobil Toyota Fortuner warna hitam dengan pelat nopol B-1732-ZLO yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang dan naik ke atas trotoar.

Sebelumnya, KPK akan menentukan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto pada Kamis malam.

Kalbar Yakin


Sekretaris DPD Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur menegaskan, perosalan hukum yang mendera sang Ketua Umum Golkar, Setya Novanto tak akan begitu berdampak terhadap elektabilitas kader Golkar, yang akan maju di bursa pencalonan Pilkada Kalbar.

"Itukan di pusat. Situasi Kalbar lain," katanya kepada Suara Pemred, Kamis (16/11). 

Mengenai perosalan hukum yang menjerat ketua umum, sejatinya hal itu adalah persoalan pribadi. "Masalah ketua umum kami, inikan harus dibedakan. Bahwa masalah hukum itu bersifat pribadi. Dan beliau juga menggunakan pengacara pribadi. Tidak melibatkan partai," tegasnya.

Dalam kontek menghadapi pilkada serentak di Kalbar, termasuk Pilgub 2018 nanti, Prabasa yang juga menjabat sebagai ketua pemenangan menegaskan bahwa, DPD Partai Golkar terus melakukan konsolidasi, hingga ketingkat ranting kecamatan.

Kader Golkar di provinsi maupun di seluruh Indonesia, semuanya diperintahkan untuk berkonsolidasi secara menyeluruh. Kerja-kerja politik sudah dilakukan.

“Jadi, intinya saya selaku sekretaris partai dan ketua pemenangan pilkada Kalbar, terus memantau kegiatan-kegiatan politik di setiap kabupaten," katanya. (abd/ant/lis)