Dugaan Penodaan Agama Oleh Siswa SMA di Mentebah, Ini Komentar KPAID

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 774

Dugaan Penodaan Agama Oleh Siswa SMA di Mentebah, Ini Komentar KPAID
Komisioner KPAID Kalbar, Evi Melianty. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Terkait pelaporan terhadap tiga orang pelajar SMA di Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu diduga melakukan penodaan agama,  Komisioner KPAID Kalbar, Pokja Hubungan Antar Lembaga, Evi Melianty mengatakan, tidak seharusnya anak-anak tersebut dipolisikan.

Menurutnya, anak selalu berposisi sebagai korban apapun yang dilakukannya. 

“Anak itu kita katakan selalu adalah merupakan korban. Apapun perbuatannya itu selalu anak itu korban. Sekarang anak ini sudah korban, apakah masih sepantasnya kita mengorbankan anak ini untuk dihadapkan dengan hukum,” katanya, Selasa (21/11).

Evi menyampaikan bahwa seharusnya ada langkah-langkah lain yang lebih tepat untuk dilakukan dengan memberikan pembinaan.

“Mungkin ada lngkah-langkah lain yang lebih tepat yang perlu kita lakukan sebagai orang dewasa. Memberikan pembinaan, mengarahkan anak itu. Bukan serta merta itu kita mengarahkan ke proses hukum,” paparnya.

Dia mengatakan bahwa semua elemen masyarakat seharusnya berperan terhadap apa yang terjadi. Baik itu pihak keluarga, lingkungan sekolah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. 

Dia juga mengatakan, banyak aspek yang harus diperhatikan dalam penuntasan kasus ini. (aan)