Midji: Golkar Masih Bertahan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 472

Midji: Golkar Masih Bertahan
DUKUNGAN - Spanduk dukungan Sutarmidji-Norsan terpampang dalam kegiatan turnamen futsal AMPG Cup 2017, di GOR Pangsuma Pontianak, Senin (20/11). (SP/Umar)
PONTIANAK, SP – Meskipun bukan berasal dari Partai Golkar, namun Wali Kota Pontianak, Sutarmidji yakin penetapan tersangka Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mempengaruhi elektabilitas Partai Golkar di Pilkada Kalbar 2018.

"Golkar itu partai besar, partai yang sudah sering kena badai. (Jadi) biasa saja," katanya kepada awak media di Pontianak, Senin (20/11).

Midji yang juga merupakan bakal calon Gubernur Kalbar yang diusung Partai Golkar, berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Kalbar, Ria Norsan menambahkan, sebagaimana saat-saat reformasi, di mana kala itu Golkar sebagai partai pemenang, dampaknya juga tidak terlalu terasa.

"Waktu reformasi juga, Golkar masih bertahan. Sekarang juga," ucap Wali Kota Pontianak ini.

Menurut Midji bertahannya Golkar dari berbagai persoalan lantaran partai ini memiliki banyak sumber daya kader yang mumpuni.

"Mereka punya orang-orang pintar, hebat strateginya, cerdas, yang bisa tetap membuat Golkar itu eksis," ungkapnya.

Ia kembali menegaskan, bahwa persoalan yang mendera sang ketum tidak akan terlalu berpengaruh pada eksistensi partai.

"Saya yakin ndak. Karena kami (bersama Ria Norsan) diusung Golkar dengan program-program yang memang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.

Menghadapi Pilgub Kalbar mendatang, Sutarmidji-Norsan telah dipastikan didukung oleh tiga partai, yaitu Golkar, PKS, dan NasDem. Terakhir, beredar surat dukungan dari DPP Partai NasDem kepada Midji untuk calon gubernur.

"Sementara ini, kita 16 sampai 18 kursi, sudah cukup (syarat)," ungkapnya.

Hal senada, diungkapkan Ketua Pengurus Daerah (PD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kalbar, Erry Iriansyah. Menurutnya, penetapan tersangka Setnov tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap Partai Golkar.

"Itu tidak ada pengaruhnya. Karena Golkar bukan hanya pengaruh satu orang saja, tapi kaderisasi, sistem," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini khususnya Pilkada serempak di Kalbar, Golkar terus melakukan berbagai kegiatan kepartaian.

"Kita tetap berjuang, apalagi sekarang sudah dekat Pilkada. Insyaallah kami dari AMPG akan terjun langsung. Kalau selama ini orang berpikir Golkar tidak ada mesin (politik), sekarang Golkar sudah punya mesin yang tangguh, yaitu AMPG," jelasnya. (umr/jee)