Minggu, 17 November 2019


OSO Dijadwalkan Hadiri Gelar Seni Empat Pilar Kebangsaan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 790
OSO Dijadwalkan Hadiri Gelar Seni Empat Pilar Kebangsaan

SPANDUK - Spanduk Gelar Seni Pertunjukan Empat Pilar Kebangsaan di Taman Budaya. (SP/Anugerah)

PONTIANAK, SP - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Oesman Sapta (OSO) dijadwalkan akan hadir dalam Gelar Seni Pertunjukan Empat Pilar Kebangsaan “Indonesia, Aku Cinta Kau” di Taman Budaya, Pontianak, Rabu (29/11) malam.

Ketua panitia acara, Joseph Odillo Oendoen menerangkan bahwa pihaknya sudah mendapat konfirmasi soal kepastian tersebut.

“Sangat mungkin beliau hadir, karena saya sudah dapat konfirmasi dari staf beliau di DPD pusat, beliau akan hadir,” kata Joseph, Selasa (28/11) sore.


Gelar Seni Empat Pilar Kebangsaan merupakan program MPR dalam rangka menyosialisasikan empat pilar MPR-RI, yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Dalam gelar seni pertunjukan ini, kemasan sosialisasi akan berbeda.

Joseph yang juga Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak Kalimantan Barat (Siberkesda) selaku pelaksana menjelaskan keberagaman empat pilar kebangsaan akan disajikan dalam bentuk seni.

Keseniaan yang ditampilkan di antaranya seni musik, tari, sastra puisi dan drama. Pihaknya memang diminta untuk menyiapkan materi acara.

Lantaran berasal dari lembaga kesenian Dayak, bukan berarti hanya kesenian Dayak yang ditampilkan. Joseph menerangkan seni dari Melayu dan Tionghoa juga ambil bagian. Semua berseni untuk keberagaman.

“Kita mengarah pada kebersamaan dalam perbedaan. Dayak, Melayu, Tionghoa. Yang ditunjukkan itu seni musik, tari, sastra puisi dan drama,” ungkapnya.

Dia merinci, seni musik akan menghadirkan Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) dan paduan suara yang sudah sarat pengalaman.

Untuk tarian, ada sanggar Andari dan sanggar Borneo Tarigas.

 Sementara dalam penampilan drama, yang jadi kunci pengemasan keberagaman, dimainkan gabungan tujuh teater di Kalbar. Nama lakonnya sesuai dengan tema “Indonesia, Aku Cinta Kau”.

“Drama ini gabungan dari tujuh komunitas teater yang ada, tujuh pemain. Drama ini pesan dari kegiatan yang hubungan dari tema Indonesia Kucinta Kau, pesan empat pilar ada di drama,” pungkasnya. (bls)