Peta Politik Pilkada KKR Berubah, Golkar dan PKB Cari Figur Lain

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 488

Peta Politik Pilkada KKR Berubah, Golkar dan PKB Cari Figur Lain
SAMBUT – Massa pendukung Rusman Ali saat memasuki Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (16/11). Dalam aksinya, mereka hanya menginginkan satu hal, yakni agar Rusman Ali tetap maju dalam Pilkada 2018 mendatang. (SP/Jaka)
Harso, Ketua DPD Golkar Kubu Raya
"Jadi memang saat ini Golkar lagi konsen meminta kepastian kepada saudara Rusman Ali berkaitan dengan pernyataan beliau yang  mengundurkan diri dari bursa pencalonan,”

PONTIANAK, SP – Isu mundurnya sang petahana, Rusman Ali (RA), dari bursa bakal calon Bupati Kubu Raya dalam Pilkada 2018 semakin santer terdengar. Bahkan ada yang telah berani memprediksi keputusan batal maju itu sudah hampir final.


Karena itu pula peta politik pun mulai berubah. Sejumlah partai pengusung RA mulai ancang-ancang mencari pelabuhan baru sebagai alternatif jika RA benar-benar memutuskan untuk tidak mencalonkan diri. 

Golkar misalnya, partai politik berlambang pohon beringin ini sebelumnya telah memberi rekomendasi kepada Rusman Ali untuk diusung menjadi calon Bupati di Pilkada Kubu Raya 2018. Namun belakangan mulai mengisyaratkan mencari figur baru.

Diungkapkan Wakil Ketua DPD Golkar Kalbar, Bidang Pemenangan Pemilu Kubu Raya dan Mempawah, Mustafa M Saleh di laman media sosial Facebook-nya, prihal mundurnya Rusman Ali dari bursa pencalonan Bupati Kubu Raya periode mendatang sudah disampaikan dalam rapat pleno DPP Golkar. 

"Dalam rapat pleno tim pilkada DPP Golkar sudah kita sampaikan secara resmi mundurnya Rusman Ali sebagai Bakal Calon Bupati Kubu Raya,” tulisnya.
Selanjutnya diminta oleh DPP memverifikasi ulang bakal calon bupati yang sudah mendaftar di DPD Golkar. 

“Mohon masukan dan saran. Mustafa MS Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Kubu dan Mempawah DPD Golkar Prov Kalbar."

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kubu Raya, Harso saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sampai saat ini Golkar masih menunggu kepastian RA terkait batal majunya dia menjadi calon bupati di Pilkada mendatang.

"Jadi memang saat ini Golkar lagi konsen meminta kepastian kepada saudara Rusman Ali berkaitan dengan pernyataan beliau yang  mengundurkan diri dari bursa pencalonan,” kata Harso, Senin (27/11).

“Cuma persoalanya, sampai hari ini juga, setelah Golkar mengirim surat kepada beliau, kita belum mendapat jawaban secara tertulis (pengunduran diri). Kalau lisan sudah," ucapnya.

Menurut dia, dalam mekanisme organisasi, pengunduran diri secara tertulis sangat diperlukan. 

"Kenapa itu perlu, karena memang dalam aturan organisasi, selama itu (pernyataan pengunduran diri) belum tertulis, kita menganggap itu hanya wacana," katanya.

"Beliau mendaftar secara tertulis. Ya, kalau bisa mundurnya juga secara tertulis. Sampai detik ini, kita belum menerima pernyataan tertulis itu," tambahnya.

Jika pernyataan tertulis pengunduran diri Rusman Ali untuk mencalonkan diri sudah disampaikan secara tertulis ke partai maka baru lah dilakukan pembahasan di internal partai melalui rapat pleno.

"Segala sesuatu yang berkaitan dengan keputusan organisasi itu dilakukan melalui rapat pleno,” ujarnya.

Rapat pleno itulah nanti yang menentukan apakah keputusanya mengusulkan untuk mencalonkan figur yang sudah ada, atau memang cukup mengambil kebijakan siapa yang akan direkomendasikan untuk dicalonkan berikutnya.

Namun dia mengaku, sampai saat ini memang belum ada pembahasan ke arah sana.  "Karena suratnya belum ada," tutupnya. 

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengatakan, memang tengah memikirkan batal maju di perhelatan Pilkada tahun depan. Di antara alasanya adalah adanya permintaan dari pihak keluarga untuk tidka maju dan janji dia sendiri untuk menjadi bupati satu periode.

"Saya sampaikan kepada pendukung, 99 persen saya mundur, nanti akan diundang lagi untuk memberikan keputusan, pernyataan itu untuk menghormati orang-orang yang mendukung saya," terangnya.

Bangun Poros Baru


Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah juga merupakan salah satu partai yang telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengusung Rusman Ali sebagai calon Bupati Kubu Raya periode mendatang. Bahkan mesin-mesin partai telah hidup dan strategi dijalankan.

"Kita sudah sampaikan pernyataan pengunduran diri Rusman Ali ke DPP PKB. Insyaallah dalam waktu satu atau dua minggu ini kita akan memberi jawaban," kata Ketua DPC PKB Kubu Raya, Jainal Abidin. 

Kendati demikian, Jainal mengisyaratkan PKB sudah menyiapkan alternative lain, guna antisipasi mundurnya Rusman Ali dari bursa pencalonan. Menurutnya, PKB Kubu Raya pun sudah melakukan komunikasi politik ke beberapa partai untuk membentuk poros koalisi baru.

"Kita akan memberikan suatu kejutan. Oleh karena itu, kita minta masyarakat untuk bersabar," pungkasnya. (abd/ang)

Komentar