Suyanto Tanjung Bantah Tuduhan Penipuan

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 999

Suyanto Tanjung Bantah Tuduhan Penipuan
KONPERS - Suyanto Tanjung memberikan penjelasan saat konferensi pers (Konpers) di Pontianak, Kamis (30/11). (SP/Umar)
PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Kalbar sekaligus Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung, angkat bicara terkait pelaporan dirinya oleh Agus Panus dan kuasa hukumnya Rahmat Noor ke Polda Kalbar, atas dugaan penipuan dan penggelapan uang proyek, Senin (13/11) lalu.

Suyanto membantah tuduhan itu. Karena dia merasa, selama ini tidak pernah menerima uang apalagi menjanjikan proyek ke seseorang.

"Terkait dengan yang dilaporkan, saya tidak tahu dan tidak mengerti maksudnya. Saya merasa tidak pernah menerima uang dari siapapun, apalagi menjanjikan untuk kegiatan seperti yang disampaikan yang bersangkutan. Saya tidak pernah menipu, mengakali siapapun," tegasnya kepada awak media di Pontianak, Kamis (30/11).

Sebagaimana keterangan Agus di salah satu berita online, dirinya telah menyetor uang sebesar Rp750 juta dari total Rp1 miliar untuk mendapatkan proyek pemerintah di Kabupaten Sintang melalui Suyanto. Namun, proyek itu gagal didapat lantaran masalah administrasi.

Mengenai tuduhan tersebut, Suyanto menganggap biasa. Karena hal yang sama, dituduh, pernah dialaminya.

"2016 yang lalu, (saya) telah dilaporkan oleh salah satu oknum bekas pengurus partai, dan tidak ditemukan bukti bahwa saya melakukan penipuan. Sehingga sampai hari ini, tidak ada masalah," katanya.

Meski tidak terlalu menjadi beban pikiran, namun Suyanto siap menghadapi tuduhan yang sudah sampai ke aparat penegak hukum ini.

"Untuk hal yang satu ini, saya siap dan bersedia menghadapi apapun konsekuensi hukum dari perbuatan yang disangkakan kepada kita," ujarnya.

"Kalau dia merasa benar, kita ini (dianggap) menipu dia, saya tunggu. Ayo kita selesaikan di ranah hukum," timpalnya.

Suyanto yakin, bahwa aparat kepolisian mampu bekerja secara profesional. Dalam bertindak, tentu akan memperhatikan dengan seksama setiap laporan warga.

"Saya yakin mereka (kepolisian) juga, mendapatkan pengaduan dari orang tentu diverifikasi dulu, dikroscek, dilihat. Kalau memang berdasarkan pernyataan pernah lalu semua ditangkap, repot republik ini. Saya yakin, aparat penegak hukum bisa dipercaya dalam bertugas," pungkasnya. (umr)