Klinik Bayi Tabung Hadir di RS ABK

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 806

Klinik Bayi Tabung Hadir di RS ABK
BAYI TABUNG - Wali Kota Pontianak, bersama para Direktur Morula IVF dan ABK, serta Sultan Pontianak menabuh rebana menandakan diresmikannya Klinik Morula IVF, di Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugrah Bunda Khatulistiwa (ABK), Jalan A Yani Pontianak, Minggu (10
PONTIANAK, SP - Bagi pasangan suami istri yang susah mendapatkan keturunan, Morula In Vitro Fertilization (IVF), satu-satunya klinik program bayi tabung di pulau Kalimantan ini, mungkin menjadi solusinya. Kini, telah dibuka di  Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugrah Bunda Khatulistiwa (ABK) IVF, Jalan A Yani, Pontianak.

IVF merupakan proses kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur, dibuahi oleh sperma di luar tubuh. Yaitu, di dalam sebuah tabung.

Direktur Morula IVF Pontianak, dr Syahnural Lubis mengatakan, Morula IVF telah dibuka pada 2013 di Jakarta, dan telah memiliki pengalaman yang tidak kalah dengan klinik bayi tabung di luar negeri. 

“Tahun ini, kita membukanya di Kota Pontianak, dan menjadi sentral untuk wilayah Kalimantan. Sarana dan prasarana hingga tenaga medisnya, tidak kalah dengan apa yang ada di luar negeri. Morula akan memberikan pelayanan terbaik berstandar internasional, karena lulus standarisasi internasional,” kata Lubis.

Sementara itu, Direktur Morula IVF Indonesia, dr Ivan Rizal Sini memaparkan, di Indonesia ada sekitar 2,5 juta pasangan suami-istri yang mengalami masalah depresi psikologis, akibat tidak memiliki anak lantaran berbagai faktor. Dan, baru 250 ribu pasang yang memperoleh anak, melalui program bayi tabung ini.

Indonesia memiliki pelayanan bayi tabung yang rendah dibandingkan dengan negara lain, seperti Australia. Dimana di Indonesia baru mampu mencapai angka pelayanan 7 ribu lebih saja. 

“Namun, kini Indonesia telah miliki regulasi aturan main. Dengan aturan dan usaha, kini Morula IVF menjadi klinik bayi tabung terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, kini tidak saja masyarakat Indonesia yang ikut program IVF, namun sudah dari  luar negeri,” papar Ivan.

Diambilnya Kota Pontianak sebagai sentral Morula IVF, karena Ivan melihat Kalbar sangat strategis, dan berdampingan dengan beberapa negara tetangga. 

“Kita bersyukur Morula IVF sejak tahun 2014, sudah mengikuti standar akreditasi, dan dari kualitas serta sarananya, Morula IVF sama dengan yang ada di Pulau Jawa, bahkan di luar negeri,” jelas Ivan. 

Kehadiran Morula IVF di Kalbar, menurut Perwakilan  Klinis Morula IVF Indonesia, dr Arie Adrianus Polim, merupakan klinik bayi tabung yang pertama di Pulau Kalimantan.

“Kita akui Morula merupakan klinik terbesar dengan siklus terbanyak. Keyakinan mengikuti program bayi tabung di Morula IVF Pontianak, karena telah memiliki akreditasi yang dari  Australia dan New Zealand,” ujarnya. 

Ia menegaskan, mendapatkan status tersebut sangat sulit. Namun, kita mengingatkan untuk tidak cepat puas, dengan kompetitor dari luar. “Kita harus terus meningkatkan diri dan bekerja keras, agar Morula IVF Pontianak menjadi rujukan dari negeri luar,” harap Arie.  

Dijadikannya ABK tempat Morula IVF, membuat Komisaris ABK dr H Abdul Barry sempat meneteskan air mata, tanda haru dan bangganya.

“Kami sangat bersyukur dengan hadirnya Morula IVF di ABK. Kami tidak bernah bermimpi, apalagi terpikir Morula IVF membuka kliniknya di ABK. Saya sempat meneteskan air mata, mendengar ini terealisasi. Kita hanya bisa bersyukur kepada Tuhan, ini nikmat Tuhan yang harus kita syukuri,” kata Abdul Barry. 

Sambutan dan dukungan hadirnya Morula IVF Pontianak, juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andi Jap. 

“Saya ucapkan selamat dan sukses. Ini bukti kita mampu. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan Morula IVF untuk membuka kliniknya di Kalbar ini,” ujarnya. 

Hal itu menjadi kebanggaan masyarakat Kalbar. Karenanya, harus berkompetisi, dan terus meningkatkan layanan kesehatan. “Kita sudah punya produk unggulan klinik bayi tabung, ini sangat luar biasa. Kita harus bangga dengan Kalbar, bangga menjadi orang Indonesia,” ajak Andi Jap.

Semantara itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengakui bahwa, masyarakat Kalbar yang awalnya bermimpi, kini mimpinya sudah terwujud. 

“Jika ingin mimpi kita terwujud, haruslah berusaha dan bekerja keras, dan konsisten terhadap apa yang dilakukan,” katanya.

Hal ini yang dilakukan Morula IVF, dan kini mewujudkan mimpi masyarakat Kalbar, mendapatkan program anak menggunakan program bayi tabung. “Ini menjadi bagian dari kebanggaan kita semua,” tutur Midji. (kom/lam)