Minggu, 15 Desember 2019


Capaian Baik, BP-PAUD dan Dikmas Kalbar Bukukan Pemetaan Mutu Lembaga Pendidikan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 578
Capaian Baik, BP-PAUD dan Dikmas Kalbar Bukukan Pemetaan Mutu Lembaga Pendidikan

Kasi Pengembangan Program dan SDM BP-PAUD dan Dikmas Kalbar, Aunur Rahman. (SP/Umar)

PONTIANAK, SP - Sejak Juli sampai dengan Oktober 2017 lalu, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Kalbar telah melaksanakan pemetaan mutu program dan satuan PAUD dan Dikmas se-kabupaten/kota.

Pemetaan mutu dilakukan kepada 245 PAUD, 17 lembaga kursus dan pelatihan (LKP), serta 52 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Program dan SDM BP-PAUD dan Dikmas Kalbar, Aunur Rahman mengungkapkan pemetaan mutu ini dilaksanakan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan sehingga hasil yang diharapkan dapat terdapat optimal.

"Dari hasil pemetaan mutu 245 satuan PAUD terdiri dari 12 kabupaten dan 2 kota di Kalbar, secara umum pemenuhan standar mutu cukup signifikan baik. Demikian juga dengan LKP dan PKBM," ujarnya kepada Suara Pemred, kemarin.

Ia menjelaskan, adapun standar yang dinilai oleh BP-PAUD dan Dikmas Kalbar berdasarkan standar nasional pendidikan (SNP).

Parameter kelayakan satuan lembaga, sambung dia, dengan menggunakan delapan indikator supervisi.

"Standar isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan standar penilaian," papar Rahman.

Satuan PAUD, LKP, dan PKBM yang memenuhi standar setelah dilakukan supervisi oleh tim asesor, jelas dia, selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional PAUD dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD dan PNF) Kalbar.

"Akreditasi ini dimaksudkan untuk suatu kelayakan satuan lembaga bisa menjadi penyelenggara program pendidikan non formal," jelasnya.

Dari pemetaan yang dilakukan, BP-PAUD dan Dikmas Kalbar telah menghasilkan buku data pemetaan mutu.
Ia menuturkan, buku data hasil pemetaan mutu ini agar bisa dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di kabupaten/kota.

"Sebagai bahan untuk melakukan pembinaan kepada satuan PAUD dan Dikmas di wilayah kerjanya masing-masing," pungkasnya. (pk/umr)