Selasa, 24 September 2019


Pontianak Kurang Pustakawan, Ini Penjelasan Sutarmidji

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 611
Pontianak Kurang Pustakawan, Ini Penjelasan Sutarmidji

TANDA TANGAN - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menandatangani plakat peluncuran Layanan Jasa Antar Buku Bagi Disabilitas, Jumat (15/12). (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP - Pontianak kekurangan tenaga pustakawan. Minimnya tenaga pustakawan memang terjadi hampir di semua daerah. Di Kalbar saja, berdasarkan data tahun 2016, hanya ada 32 tenaga pustakawan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan di Pontianak pun hanya ada beberapa pustakawan saja. Namun pihaknya berusaha merekrut tenaga lain untuk membantu berjaga di rumah baca. Di Pontianak kini, setidaknya ada tujuh rumah baca.

"Ada tujuh rumah baca kita dan ada penjaganya, dan perlu pustakawannya, tapi itu ditempatkan di perpustakaan besar," kata Sutarmidji usai peluncuran Layanan Jasa Antar Buku Bagi Disabilitas dan BI Corner di Taman Alun Kapuas, Pontianak, Jumat (15/12).

Dia menjelaskan di rumah-rumah baca, pihaknya hanya akan menempatkan petugas untuk melayani orang yang butuh buku. Sementara tenaga pustakawan punya pekerjaan lebih. Dia harus pandai merencanakan, melihat tren buku, tata letak dan sebagainya.

"Tapi kalau cuma melayani orang yang perlu buku, ndak begitu," ungkapnya.

Untuk menambah tenaga pustakawan, sebagaimana usulan Kepala Perpustakaan Nasional, S Bundo. Di mana bisa mengalihkan tenaga PNS yang dimiliki jika memang berminat.

"Kita sih mau saja progamkan orang yang mau jadi pustakawan, dan saya sudah arahkan ke Kepala Dinas Perpustakaan untuk mengambil kesempatan itu yang berminat ke sana," pungkasnya. (bls)