Sambut Presiden, Perayaan Natal Oikumene Dimantapkan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 332

Sambut Presiden, Perayaan Natal Oikumene Dimantapkan
Rapat Koordinasi Persiapan Natal Oikumene bersama panitia pelaksana Natal Nasional di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (18/12). (SP/Jaka)
PONTIANAK, SP - Panitia Natal Nasional 2017 kembali menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Natal Oikumene bersama panitia pelaksana Natal Nasional di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (18/12). 

Rapat itu digelar untuk memaksimalkan kegiatan yang akan difokuskan di Rumah Radakng Pontianak tersebut.

"Untuk kegiatan Natal Nasional 2017 ini tinggal menghitung hari, panitia bekerjakeras agar jangan sampai even nasional yang dipusatkan di Ibukota Kalimantan Barat itu tidak maksimal," kata Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2017, Ignasius Jonan. 

Jonan mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan berbagai hal sehingga semua persiapan teknis dicek secara rinci, termasuk pengamanan, konsumsi, tempat parkir dan persiapan lainnya seperti listrik dan sound sistem.

Jonan mengatakan, acara Natal Nasional 2017 sudah ditetapkan akan dilaksanakan di Rumah Radakng pada 28 Desember 2017 Pukul 15.00 WIB sampai selesai.

"Kemungkinan Presiden Joko Widodo akan datang sekitar jam empat sore seusai ibadah," ujarnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan sejauh ini panitia sudah melakukan persiapan sebaik mungkin. 

"Namun ada beberapa hal yang bukan menjadi kewenangan kita, yakni pengamanan, sebab diperkirakan jumlah tamu undangan yang akan hadir mencapai 10.750 orang," tuturnya.

Dijelaskan, jumlah itu didapat dari batasan kuota yang sebelumnya sudah ditentukan panitia untuk masing-masing kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat.

Namun jumlah itu belum termasuk masyarakat yang datang dengan kendaraan sendiri. Dirinya berharap pelaksanaan Natal aman dan lancar, dan meminta kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk mendukung pelaksanaan Natal Nasional ini.

Panitia juga mempersiapkan objek-objek alternatif yang sedianya akan dikunjungi presiden, karena menurut Cornelis, presiden adalah milik rakyat apalagi mantan walikota Solo itu suka blusukan.

Rapat itu juga dihadiri Pangdam XII Tanjungpura, Wakapolda Kalbar, Bupati dan walikota se-Kalbar, dan instansi terkait lainnya itu dilaksanakan kurang lebih dua jam, dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi kegiatan.


TNI dan Polri Siap


Sementara Pangdam XII Tanjungpura, Mayjend TNI Andika Perkasa mengungkapkan, mengamankan setiap kunjungan presiden adalah tanggung jawab aparat keamanan. Hal itu juga berlaku, pada acara atau kegiatan mendadak yang sudah menjadi kebiasaan Presiden Jokowi saat berkunjung ke sejumlah daerah.

“Kami sudah menyiapkan antisipasi. Kami antisipasi beliau (Presiden) ada beberapa acara di Pontianak, kemudian juga kemungkinan acara mendadak yang disampaikan kementerian lain,” jelasnya.

Bahkan, personel TNI sudah disiapkan memastikan keamanan orang nomor satu di republik ini, mulai dari kegiatan di Pontianak sampai ke wilayah pesisir timur di Kabupaten Sambas dan di Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. Sebab, khawatir jika ada rencana mendadak dan presiden ingin berkunjung ke sana.

Sementara Wakapolda Kalbar, Brigjend Pol Ermin Remico menyatakan, sebanyak 2.077 personel akan disiagakan selama kunjungan Presiden Jokowi ke acara Natal Oikumene Tahun 2017 di Rumah Radangk Kota Pontianak. 

Anggota Polri juga sudah disiapkan untuk mengantisipasi kegiatan mendadak yang bisa saja dilakukan presiden.

“Pada prinsipnya Polda Kalbar sudah siap untuk melakukan pengamanan. Kita (polisi) fokus di pengamanan rute. Kita sudah siapkan, baik bapak presiden menginap atau tidak menginap. Tapi yang paling penting, kita siapkan sejumlah opsi karena kemungkinan bapak presiden tidak hanya melakukan satu kegiatan,” ujar Ermin. (jek/ant/bah)

Komentar