Tahun Ini Pemprov Akan Buka Toko Tani

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 388

Tahun Ini Pemprov Akan Buka Toko Tani
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar akan membuka Toko Tani Indonesia (TTI) pada tahun ini. Kota Pontianak dipilih sebagai pilot project percontohan untuk kabupaten/kota di Kalbar.

"Kalau toko tani ini berhasil baru diterapkan ke kabupaten/kota lain di wilayah Kalbar. Di Pontianak tinggal cari lokasi pas dan gedung saja," kata Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf, belum lama ini.

Manaf mengatakan, pemerintahan Provinsi Kalbar telah mendapat dana awal sekitar Rp4 miliar untuk membuka toko tani di Pontianak. Anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pemerintah Pusat.

"Ini hanya awal saja, kedepannya akan menyebar ke berbagai daerah di Kalbar. ini kan modal dari pemerintah pusat. Tentu kami butuh tempat atau gedungnya," kata Manaf.

TTI disebut sebagai salah satu langkah pemerintah memangkas rantai pasok komoditi pertanian, khususnya pangan. Sesuai dengan program Kementerian Pertanian, TTI akan dikembangkan sebanyak 5.000 unit hingga tahun 2019 mendatang di seluruh Indonesia.

Keberadaan TTI oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) diyakini mampu memangkas sedikitnya lima jalur distribusi. Hal ini berdampak pada murahnya harga di tingkat konsumen namun tidak merugikan petani. Nantinya, komoditi pangan akan didatangkan langsung dari petani yang tergabung dalam kelompok tani.

Manaf menjelaskan, pembangunan toko tani bertujuan menggerakkan ekonomi kerakyatan?, keuntungan dari toko rani ini tidak hanya untuk petani, tapi juga masyarakat lainnya.  

"Keuntungan untuk petani misalnya, memutuskan mata rantai tengkulak. Selama ini petani menjual komoditas pertaniannya ke tengkulak baru masuk ke pasar. Dengan putusnya mata rantai itu ada daya tawar untuk petani," jelas Manaf. 

Manaf mengakui selama ini memang masih dijumpai petani kesulitan menjual dan memasarkan hasil panen. Para petani masih tergantung dengan para tengkulak. Penjualan melalui tengkulak tidak bisa dihindari karena tidak ada jalur lain.

"Kenyataan memang diambil tengkulak baru kemudian masuk pasar. Lewat toko tani ini, pemerintah ingin memutus mata rantai tengkulak. Rantai distribusi diperpendek. Daya tawar petani pun naik," imbuhnya.

Selanjutnya keuntungan untuk masyarakat lainnya kata dia, bisa mendapatkan harga yang lebih murah karena ada biaya yang dipangkas. Karena toko tani ini tidak mengambil keuntungan.

"Hanya menghitung biaya susut saja. Harga pun lebih pasti dan konsumen tidak terbebani," kata dia. 

Mekanisme yang dibangun dalam toko tani ini ialah, petani menjual komoditas itu ke toko tani. Selanjutnya toko tani menjual ke masyarakat dengan harga yang lebih rendah. 

Manaf memaparkan ada 11 komoditas pangan dijual di toko tani diantaranya bawang putih, minyak goreng, gula pasir, beras, cabai dan bawang merah. (jek/ind)

Komentar