Kominfo Respon Keluhan Masyarakat dengan Command Center

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 687

Kominfo Respon Keluhan Masyarakat dengan Command Center
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosaria Niken Widyastuti menilai Command Center selain sebagai penyedia informasi dari pemerintah, juga sebagai alat untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Sebab dari Command Center bisa diketahui apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat. Informasi itu bisa sampai ke tangan pemerintah provinsi dan kemudian ditindaklanjuti dinas terkait.

“Diskominfo adalah penghubung untuk informasi itu. Sebagai penyedia informasi dan analisis data informasi. Jadi Command Center merupakan alat berinteraksi dengan masyarakat,” kata Niken di Pontianak, belum lama ini.

Ia menuturkan Provinsi DKI Jakarta sebagai pelopor dari Command Center. Kemudian diikuti kabupaten/kota dengan tujuan membangunan Smart City. Dengan dibentuknya di tingkat provinsi, maka mendorong menjadi smart provinsi yang berperan sebagai penyedia informasi hingga monitoring media sosial.

Seperti diketahui, Gubernur Kalbar, Cornelis pada Rabu (27/12) meresmikan Command Center Diskominfo Provinsi Kalbar. Saat ini, terdapat lebih dari 26 aplikasi dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah melalui verifikasi dan terintegrasi di Ruang Komando Command Center.

Kepala Dinas Kominfo Kalbar, Anthony Sebastian Runtu menjelaskan, pembangunan Command Center merupakan langkah awal bagi pembangunan Smart Province secara keseluruhan.

Command Center adalah sebuah ruang komando yang digunakan untuk memantau semua aplikasi e-Government, yang berada di OPD Pemprov Kalbar. Anthony memastikan sumber daya sudah siap untuk menjalankan Command Center Diskominfo Kalbar.

“Saya punya leader-nya, S2 di Australia khusus mengenai informasi dan teknologi (IT). Dua tenaga dari Australia dan satu baru pulang dari Jepang setelah mengikuti pelatihan. Operator juga latar belakang pendidikannya berbasis IT,” ujar dia.

Secara keseluruhan operator ada empat dengan satu leader. Dengan total sumber daya yakni lima orang.

“Kami akan bimbing dan kader lagi sehingga tidak empat orang, bisa berbagi ship,” kata dia.

Anthony menuturkan, sistem Command Center bekerja 24 jam. Hanya saja tidak untuk sumber daya yang diberdayakan.

“Manusia tidak mungkin 24 jam karena keterbatasan, tapi semua tetap terpantau, karena produk unggulan ada pemantauan media sosial, sekaligus penyaring informasi,” pungkasnya. (jek/ind)