Syarat Pencalonan Tak Boleh Kurang

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 397

Syarat Pencalonan Tak Boleh Kurang
BERITA ACARA – Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawati menyerahkan berita acara syarat dukungan bapaslon perseorangan disaksikan Ketua Bawalu Kalbar, Ruhermansyah. KPU mengingatkan bapaslon untuk segera melengkapi persyaratan pencalonan. (SP/Umar)

Yandi: Semua Kelengkapan Sedang Diurus


Ketua KPU Pontianak, Sujadi
"Semua berkas pencalonan itu harus siap. Tidak boleh kurang, kalau kurang, kami tolak"

PONTIANAK, SP - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, Sujadi mengingatkan bakal pasangan calon (bapaslon) melengkapi syarat pencalonan saat mendaftar pada 8-10 Januari nanti.

Persyaratan yang yang dimaksud KPA di antaranya bapaslon harus melaporkan harta kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, bapaslon juga harus menyerahkan surat bebas pailit dari Pengadilan Tata Niaga yang berada di Jakarta.

"Harus punya NPWP bebas pajak, SKCK (dari) kantor kepolisian. Di Pengadilan Negeri, bebas utang," katanya kepada Suara Pemred, Kamis (4/1).

Apabila pada saat mendaftar tidak memenuhi tersebut, kata Sujadi, bapaslon akan ditolak oleh pihaknya untuk mendaftar.

"Semua berkas pencalonan itu harus siap. Tidak boleh kurang, kalau kurang, kami tolak," tegasnya.

Meski begitu, KPU masih memberikan keringanan bagi bapaslon yang telah melakukan pengurusan syarat-syarat tersebut. Asalkan, pada saat mendaftar bisa menunjukkan bukti pengurusannya.

"Minimal ada bukti pengurusan seperti di LHKPN, kan lama itu mengurusnya," ujarnya.

Menyangkut syarat pendaftaran ini, Sujadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Maka dari, ia berharap pada saat pendaftaran bapaslon tidak lagi beralasan tidak tahu untuk melengkapi persyaratan tersebut.

"Tanggal 28 kami baru sosialisasi, bakal calon ini kan ada yang datang ada yang tidak," katanya.

Di samping persyaratan itu, KPU juga telah mengumumkan jadwal pendaftaran dan syarat pencalonan. Bagi bapaslon perseorangan, wajib memenuhi jumlah dukungan minimal 35.423 pendukung yang tersebar paling sedikit di empat kecamatan.

Untuk persyaratan pencalonan bagi bapaslon dari jalur parpol atau gabungan parpol, jumlah paling sedikit perolehan kursi untuk mendaftar sembilan kursi.

"Atau perolehan paling sedikit suara sah parpol pada Pemilu 2014, sebanyak 75.311 suara sah," katanya.

Bakal calon wakil wali kota Pontianak, Yandi menegaskan optimis dirinya dan pasangannya, Harry Adryanto Daya, bisa memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan untuk mendaftar.

"Untuk memenuhi syarat, kita tidak ada kendala, kita sangat siap. Sekarang juga posisi pak calon wali kota (Harry) sedang di Jakarta, sedang mengurus itu (persyaratan)," ujarnya.

Terkait LHKPN dan surat bebas pailit, Yandi menjelaskan tengah melakukan pengurusan.

"Semua kelengkapan sedang kita urus," ucapnya.

Ia mengungkapkan, memang ada beberapa persyaratan yang baru pada masa pendaftaran ini, termasuk masalah surat keterangan bebas pailit.

"Seperi pailit misalnya. Kami kan tidak pernah punya perusahaan, jadi tidak mengenal istilah pailit. Tapi karena ini aturan dan ketentuan, kita ikuti," terangnya.

Manfaatkan Waktu


Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawati meminta agar bapaslon baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serempak, memanfaatkan waktu untuk melengkapi persyaratan administrasi pencalonan.

"Kami berharap bakal calon yang akan diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik maupun perseorangan, ini sudah mempersiapkan segala jenis administrasi untuk kepentingan pendaftaran," ujarnya belum ini.

Ia menuturkan, di saat waktu yang tinggal sedikit untuk mendaftar, dikhawatiran waktu yang tersisa tidak cukup bagi bapaslon. Sebab, untuk mengurus itu, ada beberapa instansi yang harus didatangi, bahkan lembaga yang berada di pusat.

"Karena kan ini menyangkut syarat calon yang harus dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, makanya kita harapkan bakal pasangan calon bisa sesegara mungkin mengurus," pintanya. (umr/jee)

Komentar