Rekaman E-KTP di Kalbar Sudah 93 Persen

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 436

Rekaman E-KTP di Kalbar Sudah 93 Persen
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP – Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kalbar sudah mencapai 93 persen. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terus mengenjot sisa kekurangan agar mencapai target 100 persen di tahun ini.

"?Kami sudah disampaikan ke kabupaten/kota untuk meningkatkan pelayanan KTP elektronik, agar target 100 persen bisa tercapai," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kalimantan Barat Y Anthonius Rawing di Pontianak, kemarin.

Pengejaran target penuntasan itu di tahun 2019 KTP Elektronik menjadi syarat wajib dalam menggunakan hak pilih saat pemilu. Sedangkan di tahun, masih ada keringanan. Masyarakat yang belum memiliki KTP Elektronik bisa menggunakan suket dalam pemilukada, dengan catatan sudah melakukan perekaman.

?"Minimal harus merekam, jika lancar bisa mendapat cetak KTP, tapi pada saat tertentu KTP Elektronik tidak tercetak masih bisa mendapat surat keterangan.? Tapi 2019 nanti harus menggunakan KTP elektronik," jelas Rawing. 

Selain itu, Rawing juga mengakui kondisi geografis menjadi kendala dalam mengejar target perekaman KTP Elektronik. Daerah yang masih rendah capaian perekaman, di antaranya Kabupaten Melawi, ?Ketapang hingga Sintang. Sedangkan Kapuas Hulu dianggap capaiannya sudah baik. 

Selain geograsi, kondisi cuaca yang ekstrim juga ikut berpengaruh. Dalam kondisi itu, petugas pun kesulitan untuk menjangkau penduduk agar melakukan perekaman. Padahal sebelumnya, dinas kependudukan dan catatan sipil sempat memberlakukan jemput bola dalam perekaman KTP Elektronik. 

Kondisi yang berbeda di daerah kota. Masyarakat memilih datan untuk melakukan perekaman. Hal ini dinilai kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman semakin baik.

"Sebenarnya yang menjadi masalah, kondisi geografis. Banyak yang jauh dari jangkauan sehingga sulit didatangi, apalagi dengan cuaca yang ekstrim," imbuhnya. 

Rawing mengakui tidak mengetahui secara jumlah angka peraih E-KTP yang sudah tercetak. namun masyarakat yang sudah melakukan perekaman KTP Eletronik bisa dikategorikan dalam kondisi yang aman. Masyarakat tersebut tetap dapat menggunakan hak pilih meskipun hanya memegang surat keterangan dari dinas kependudukan dan catatan sipil.

"Persisnya saya tidak tahu berapa yang belum tercetak KTP-nya, tetapi sudah aman karena sudah melakukan perekaman. Jadi bisa menggunakan hak pilih meski menggunakan hak suket. Kecuali 2019 tidak menggunakan suket harus KTP Elektronik," jelas Rawing. 

Kemudian capaian perekaman 93 persen itu sudah termasuk dengan penambahan jumlah penduduk potensial. Rawing menyebutkan sekitar 300 ribuan jumlah penduduk potensial di Kalimantan Barat. (jek/ind)