Rabu, 16 Oktober 2019


Pengurus BPPD Pontianak Dikukuhkan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 429
Pengurus BPPD Pontianak Dikukuhkan

AMBIL SUMPAH - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengambil sumpah para pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Pontianak yang baru saja dilantik, di Grand Mahkota Hotel, Rabu (24/1). (Ist)

PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengukuhkan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Pontianak di Mahkota Hotel, Rabu (24/1) sore. Badan yang dibentuk atas dasar amanah Undang-undang ini diketuai M Rizal Razikan.

Sutarmidji mengatakan sebenarnya organisasi ini sudah lama diinisiasi, namum entah mengapa tak kunjung terealisasi. Usai dilaporkan ke wali kota, dia pun meminta segera dibentuk pelantikan. Badan ini rencananya akan memiliki di lantai dua atau tiga gedung Pontianak Convention Center (PCC).

"Dia ini (BPPD) nantinya membuat regulasi, ada satu tim membuat regulasi, ada satu pelaksana. Mudah-mudahan dia bisa kreatif, inovatif dalam memasarkan potensi wisata yang ada di Pontianak maupun Kalimantan Barat dengan model pengembangan, promosi yang betul-betul menarik," katanya.

Dia mencontohkan, Kota Pontianak yang berada di titik nol derajat. Bagaimana potensi ini bisa dikemas menarik. Orang bisa meletakkan satu kaki di selatan bumi dan satunya lagi di utara bumi. Apalagi seandainya ada orang yang mau membuat perjanjian pernikahan di lokasi tersebut, maka itu akan bagus.

"Narasinya itu harus unik, harus membuat orang menarik. Jangan seperti sekarang ini hanya kulminasi tapi apa makna, apa kulminasi, mengapa berada di nol derajat, apa pengaruhnya dari sisi ilmiah, tradisional, kepercayaan, sejarahnya harus dibuat narasi," ucapnya.

Contoh lain, di Masjid Jami, tiap tiang utama masjid berukuran besar. Hampir tak ada yang bisa memeluk tiang-tiang itu. Cerita-cerita di baliknya harus dijual.

"Badan Promosi ini di luar dinas, dinas hanya pembina, ini semua pelaku usaha yang nanti bersinergi dengan pemerintah," pungkasnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Pontianak, M Rizal Razikan mengungkapkan usai dikukuhkan, pihaknya akan langsung menganalisa pasar. Apa saja produk yang punya peluang ditonjolkan.

Target paling dekat, menjawab tantangan wali kota, peristiwa kulminasi di Tugu Khatulistiwa akan dibuat berbeda. Sumber daya listrik yang mumpuni membuat acara di sana bisa digelar sampai malam hari.

"Insya Allah kalau tidak ada halangan, bulan Maret tahun ini titik kulminasi kita gelar rangkaikan dengan festival musik jazz. Selain itu kita gandeng PHRI dengan menggelar battle chef, UMKM juga dilibatkan," kata Rizal yang juga GM Mahkota Hotel ini.

Sementara di bulan September, pihaknya akan membikin Festival Dragon Boat. Dua target itu jadi pembuka berdirinya badan ini di 2018. Rencananya, dua even itu akan jadi even nasional dan digelar rutin tiap tahun.

"Apalagi kita sebagai badan promosi pariwisata bersinergi dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Kita bertugas untuk mempromosikan," yakinnya.

Diakuinya, terbentuknya Badan Promosi Pariwisata ini tentu memiliki target kunjungan pariwisata. Dia menjelaskan, secara umum jumlah kunjungan wisatawan sudah ada peningkatan dari tahun ke tahun.

"Tapi peningkatan tersebut masih belum memenuhi ekspektasi para pelaku sektor pariwisata. Jadi setiap tahun peningkatannya di kisaran di bawah 20 persen saja," pungkasnya. (bls/ind)