Minggu, 22 September 2019


Pengungkapan 10 Kilo Sabu dari Malaysia, Ini Kronologis dan Modusnya

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 418
Pengungkapan 10 Kilo Sabu dari Malaysia, Ini Kronologis dan Modusnya

Barang bukti narkoba yang diamankan BNNP Kalbar, Jumat (26/1). (SP/Anugrah)

PONTIANAK, SP – BNNP Kalbar bersama aparat gabungan menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 10 kilo yang tembus dari pemeriksaan Bea Cukai di Entikong, Rabu (24/1).

Berikut ini kronologis penangkapannya:

Berawal dari tersangka warga Malaysia, ZL, LS dan SF beserta CP yang kini buron, berangkat dari Malaysia menuju Indonesia ke arah Pontianak. Saat berangkat, di dalam mobil tersebut telah diletakkan kotak karton berwarna coklat yang bertuliskan ARMONI Natural Body Shampo yang berisi 10 bungkus narkotika diletakkan pada bagasi belakang mobil tersebut.

“Kemudian mobil tersebut melintasi Border Entikong dan dapat melewati pemeriksaan bea cukai karena kotak karton yang berisi sabu tersebut kamuflase seolah-olah berisi botol shampo,” ujar Kepala BNNP Kalbar, Brigjen Pol Nasrullah.

Sekira pukul Pukul 18.50 WIB di hari itu, empat orang ini sampai di Hotel Surya Alam di Kecamatan Ambawang.
Tersangka SF menuju resepsionis memesan kamar, sedangkan LS membayar kamar dan menuju kamar nomor 11 lantai tiga.

Sementara CP menurunkan kotak karton berisi sabu dan meletakkannya didekat ZL yang berdiri di belakang truk yang terparkir di depan hotel itu.CP pergi memarkir kendaraannya agak jauh dari hotel sambil memantau situasi.

ZL atas perintah LS menunggu di jembatan tak jauh dari tempat CP meletakkan kotak menunggu DV, warga negara Indonesia, yang akan mengambil kotak karton tersebut.

Tidak berapa lama, DV datang menggunakan motor menghampiri ZL. ZL menyerahkan kotak karton dan kembali ke dalam hotel menyusul Zl dan SF, sedangkan DV sudah bersiap untuk meninggalkan tempat terjadinya serah terima kotak karton tersebut.

“Namun kemudian anggota BNNP Kalbar langsung melakukan penyergapan kepada keduanya dan mengamankan kedua orang laki-laki tersebut,” imbuhnya.

Setelah ditanya kepada ZL bahwa ia mengakui kepada petugas bahwa dua orang temannya masih berada di kamar, petugas langsung mengamankan kedua orang tersebut keluar hotel. (rah)