Soal Layangan, Mashudi: Bikin Festival

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 397

Soal Layangan, Mashudi: Bikin Festival
Mashudi. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Kota Pontianak, Mashudi mengatakan layangan merupakan permainan tradisional. Namun memang tak jarang, akibat permainan ini, korban berjatuhan. Dari informasi yang dia dapat, kadang kala malah permainan ini jadi arena judi.

"Jika sudah untuk judi, buat efek jera agar tak mengulangi perbuatan itu lagi. Razia juga harus dipantau, tidak asal datang,” tegasnya, Senin (29/1).

Menurut politisi Hanura ini, permainan layangan kebanyakan menggunakan tali gelasan. Ketika putus, tali itu lantas ‘melintang pukang’ di jalan. Tak jarang bahkan, kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan hingga membuat korban jiwa.

"Beberapa waktu lalu sampai ada anak yang mulutnya luka kena gelasan. Kita tidak ingin kejadian ini berulang," ungkapnya.
 
Persoalan ini katanya harus ditanggapi serius. Jangan sampai ada korban baru dilakukan penindakan. Mesti ada monitoring layangan berkelanjutan. Terutama di beberapa wilayah yang kerap dijadikan tempat bermain layangan.

Masyarakat pun harusnya tanggap. Ketika ada sekelompok pemain layangan bermain di lingkungannya, secepatnya dilaporkan ke Satpol-PP agar cepat ditindaklanjuti. Para RT dan RW di wilayah masing-masing dia minta lebih aktif.

Namun lantaran ini merupakan permainan tradisional dan lekat dengan kehidupan masyarakat, dia berharap ada festival rutin yang digelar. Festival ini harus bisa menyaingi keseruan bermain layangan sebagaimana yang biasa dimainkan masyarakat.

"Taruh keseruan itu jangan pula malah judi. Di satu sisi ini permainan tradisional masyarakat, di sini lain, kerap ada korban. Di sini kita harus sama-sama bijak," pungkasnya. (bls)