Senin, 23 September 2019


Begini Akibatnya Jadi Pelajar Suka Melawan Aturan, Ujung-ujungnya Terciduk!

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 339
Begini Akibatnya Jadi Pelajar Suka Melawan Aturan, Ujung-ujungnya Terciduk!

Razia kendaraan pelajar yang dilakukan Dishub Kota Pontianak, Senin (5/2). (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP – Sedikitnya 33 kendaraan bermotor siswa di SMPN 24 dan SMPN 23 diamankan razia gabungan Dinas Perhubungan, Polresta Pontianak dan Pom AL, Senin (5/2).

Pengamanan ini dilakukan karena di Pontianak, mereka yang belum cukup umur dan tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM) dilarang mengemudi kendaraan bermotor.

Kadishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi menerangkan lokasi sekolah itu disasar karena ada informasi dari masyarakat bahwa banyak anak-anak yang bawa motor. Setelah ditindaklanjuti, ternyata memang ada.

"Razia kita tadi di SMPN 24 dapat tiga orang, kemudian dilanjutkan ke SMPN 23. Kita cek ternyata ada tiga titik, depan SMPN 23, dekat sinsang (urut) dan satu lagi tidak jauh dari tempat urut tersebut. Kurang lebih ada 30an," katanya.

Utin menjelaskan semua kendaraan itu berada di luar sekolah. Usai mendapatkan motor-motor itu, nomor polisinya dicatat dan diminta ke guru agar anak-anak dipanggil. Pihak kepolisian pun langsung menilang dan dibawa ke Polresta Pontianak.

"Nanti orangtua yang mengambil. Ini selain dari info masyarakat, juga dengan adanya patroli. Penyedia parkir juga kita tindak," imbuhnya.

Satu di antara siswa SMPN 23 yang bawa kendaraan, Anisa mengaku membawa motor karena tak ada yang menjemput. Kedua orangtuanya bekerja.

"Tidak ada HP," jawabnya ketika ditanya mengapa tak memanfaatkan bus Trans Pontianak atau ojek online.

Dia pun mengungkapkan sebenarnya sekolah telah memberikan imbauan. Namun dia langgar. Tapi kejadian kali ini membuatnya kapok. (bls)