Kalbar Krisis Pegawai Pengawas, Cuma 30 Orang untuk Ribuan Perusahaan

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 576

Kalbar Krisis Pegawai Pengawas, Cuma 30 Orang untuk Ribuan Perusahaan
Ilustrasi tenaga kerja. (net)
PONTIANAK, SP - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalbar hanya memiliki 30 orang pegawai pengawasan untuk mengawasi sekitar tujuh ribu perusahaan yang aktif yang ada di Kalbar. Baik itu  bidang pertambangan maupun perkebunan

"30 orang itu sangat tidak ideal terutama dalam melakukan pengawasan untuk menegakkan norma Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan (K3) di seluruh perusahaan yang ada. Terlebih  dengan kondisi tiga ribu lebih perusahaan besar, dan empat ribu perusahaan kecil dimana untuk sebulan lima kali turun, tentu dalam setahun hanya sekitar seribuan perusahaan yang terjangkau," kata Kepala Disnakertrans Pemprov Kalbar, Sri Jumiadatin, Rabu (7/2).

Menurutnya pegawai pengawas di lapangan didampingi oleh petugas K3 dari perusahaan masing-masing untuk mengkalibrasi kegiatan di perusahaan dan pegawai pengawas turun langsung dalam hal reksa uji dan pengawasan lainnya.

"Meski dengan pegawai pengawas yang sangat krisis ini dalam pengawasan K3, kami selaku pihak pemerintah melakukan beberapa langkah seperti program edukasi dengan media-media seperti seminar kepada pihak pengawas perusahaan sebagai perpanjangan tangan kami," paparnya.

Diakuinya krisis pegawai pengawas ini terjadi selain tidak disediakan rekruitmen, semenjak 2016 tidak adanya penambahan pegawai dari pemerintah pusat.

"Selain bahwa pendidikan pengawas tidak mudah, selain harus menjalani pendidikan selama empat bulan di Jakarta dengan memakan biaya yang tidak sedikit," jelasnya.

Diakui Sri, bahwa pegawai pengawas meski saat ini telah menjadi kewenangan di provinsi, namun pengawasan dan pembinaan dilakukan kepada perusahaan-perusahaan seharusnya dilakukan oleh pemerintah terkait.

"Sehingga masalah terkait perusahaan bisa ditangani pemerintah setempat," tegasnya.(jek)