Pengelola Aming Coffee: Penggunaan Gas 5,5 Kilogram Lebih Sedikit

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 372

Pengelola Aming Coffee: Penggunaan Gas 5,5 Kilogram Lebih Sedikit
Salah seorang pewarta melihat tabung gas 5,5 kilogram yang digunakan di King's Restoran, Jalan Teuku Umar, Kamis (8/2). (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Salah satu tempat usaha yang disasar dalam inspeksi mendadak (sidak) PT Pertamina dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Pontianak, Kamis (8/2) siang adalah Aming Coffe. Pengelola warung kopi itu, Gunawan menyebutkan ketika masih menggunakan gas tiga kilogram, gas yang dihabiskan mencapai dua tabung per hari. Atau 60 tabung per bulan.

"Setelah menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram hanya beberapa tabung saja," kata pengelolaan usaha di Jalan H Abbas itu.

Tak hanya lebih irit, menurutnya tabung 5,5 juga lebih aman. Gas yang keluar lebih teratur ketimbang gas tabung tiga kilogram. Sejak adanya larangan penggunaan gas tiga kilogram, antara November - Desember 2017, pihaknya pun mengganti tabung gas yang biasa dipakai dalam usaha mereka.

"Hitung-hitung menyukseskan program pemerintah agar gas subsidi lebih tepat sasaran," ujarnya.

Tak hanya di Aming Coffe, pengelola Restoran "Kings" di Jalan Tengku Umar, Yona menyebut tempatnya pun sebelumnya menggunakan gas tiga kilogram untuk memanaskan masakan di meja-meja pelanggan. Restoran yang menyediakan menu shabu-shabu dan grill itu memang perlu gas sebagai bagian penyajian menu mereka.

"Setelah ada larangan restoran menggunakan gas subsidi, kami langsung beralih menggukan gas 5,5 kilogram. Tetapi sebelumnya, untuk di dapur umum kami malah menggunakan gas tabung 50 kilogram," ungkapnya. (bls)