Senin, 23 September 2019


TNI-Polri Kalbar Mesra Jalin Sinergritas

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 404
TNI-Polri Kalbar Mesra Jalin Sinergritas

PEMBEKALAN - Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, saat menyampaikan pembekalan dalam Rapim Kodam XII Tanjungpura tahun anggaran 2018, di Makodam XII TPR, Selasa (20/2). (IST)

PONTIANAK, SP - Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono dipercaya oleh Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Acmad Supriyadi untuk menyampaikan pembekalan dalam Rapim Kodam XII Tanjungpura tahun anggaran 2018, di Makodam XII TPR, Selasa (20/2).

Dalam sambutannya, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Kalbar dan jajaran, sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif, dikarenakan hasil kerja sama antara anggota TNI dan Polri yang ada dari lapangan. 
 
“Saya merasa bangga diberikan kehormatan oleh Panglima untuk memberikan pembekalan dalam Rapim Kodam ini. Selaku anak tentara, kehadiran saya di tengah rekan-rekan semua seperti berada di tengah keluarga sendiri,” katanya.

Jika benar-benar ditelaah, menurutnya TNI dan Polri sejatinya adalah keluarga besar yang memiliki garis sejarah yang tidak berbeda dan lahir dari sebuah perjuangan rakyat dan bangsa untuk merdeka. 

Dikatakannya, TNI-Polri dengan rupa-rupa nama pada jaman perjuangan kemerdekaan dahulu, berdiri pada negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945, yang dirasakan adalah kebanggaan yang tinggi terlahir sebagai bagian dari bhayangkari negara, pengawal negara. 

Di tengah dinamika politik, sosial budaya dan keamanan dalam negeri dewasa ini, Didi menuturkan bahwa TNI-Polri masih dipercaya sebagai dua pilar sekaligus benteng NKRI yang berdiri kokoh. Banyak menurutnya upaya dari musuh-musuh negara untuk menghancurkan NKRI, di antaranya dengan mencoba meruntuhkan dua pilar kuatnya. 

“Mereka tidak akan pernah berhasil. Karena TNI-Polri memiliki doktrin yang sama: tegak lurus hanya untuk merah-putih dan NKRI,” pungkasnya.

TNI-Polri juga menurutnya adalah sebaik-baiknya praktik dari Bhineka Tunggal Ika. Hanya dalam organisasi TNI-Polri lah terakomodasi perbedaan suku, agama, ras, dan asal-usul. Unsur TNI-Polri tidak pernah mempertanyakan dari suku atau agama apa seorang prajurit atau bhayangkara, namun yang diketahui adalah sama menjadi abdi utama bagi nusa dan bangsa. Bahkan, untuk perwira, juga diajarkan untuk mengenal nusantara dengan penempatan tugas yang berpindah-pindah provinsi. Mengenal lebih banyak daerah dan saudara dari berbagai suku dan agama. 

“Jadi negara ini tetap kokoh berdiri hingga sekarang dan sampai kapanpun karena adanya keterpaduan TNI dan Polri dalam menjaga pilar-pilar negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tuturnya.

Adapun disampaikannya tugas pokok dan peran TNI-Polri yang berbeda, dimana TNI diberikan amanah untuk menjaga kedaulatan negara dan membina pertahanan negara, sementara Polri dipercaya untuk memelihara Kamtibmas, dan menegakkan hukum.

Perbedaan tugas pokok, peran, dan wewenang yang telah diatur dalam masing-masing undang-undang itu, justru untuk memperkuat keberadaan TNI-Polri sebagai pilar negara. Seperti sebuah sistem yang menjadi saling melengkapi dan saling menguatkan karena memiliki tugas dan peran yang berbeda. 

“Di sinilah lahir konsep sinergi TNI-Polri. Karena hanya dengan memadukan dan menyelaraskan dua kekuatan dan dua kemampuan yang berbeda dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas, hasilnya jauh akan lebih baik. Sinergi merupakan suatu proses berpikir dan bekerjasama dengan memberdayakan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki masing-masing pihak,” paparnya.

Menurut jenderal bintang dua ini, sinergi bukan meleburkan dua kekuatan atau lebih menjadi satu. Sinergi lebih kepada memadukan, menyelaraskan dan mengharmoniskan dua atau lebih kekuatan berbeda untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas yang dihadapi bersama. 

“Demikian kurang lebih pemaknaan sinergi yang saya pahami,” imbuhnya.

Seperti yang dihadapi bersama saat ini, dimana Pilkada baru saja memasuki masa kampanye, tentunya akan banyak ancaman, hambatan, tantangan, dan gangguan yang akan dihadapi. Polri menurutnya pasti membutuhkan dukungan dari TNI.

Kemudian terkait Karhutla yang mulai mengancam, Rakor Karhutla yang digagas oleh Pangdam beberapa waktu lalu sangat bagus untuk menggugah para pemangku kepentingan, karena semua orang menyadari bahwa TNI dan Polri adalah dua kekuatan negara yang siap diterjunkan kapan saja untuk mengamankan dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi negara dan kebutuhan masyarakat. 

“Kita memiliki sumber daya manusia terlatih dan sarana prasarana yang cukup memadai untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain dalam pengamanan agenda masyarakat dan nasional, dalam penegakkan hukum, Polri juga memerlukan dukungan TNI, yang menurutnya saat ini masih harus memerangi praktik-praktik penambangan emas tanpa ijin yang identik menggunakan merkuri yang membahayakan manusia dan lingkungan. Memerangi bahaya penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba. Operasi-operasi gabungan masih menjadi cara paling efektif untuk dilakukan oleh TNI dan Polri, khususnya dalam menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keamanan di sepanjang garis perbatasan negara. 

“Dalam kesempatan ini juga tidak lupa kami menyampaikan bahwa prajurit dan Bhayangkara TNI-Polri adalah warga negara teladan bagi negara. Untuk itu, mari bersama-sama kita jadikan diri kita masing-masing sebagai teladan dalam penegakkan hukum. Kita patut bersyukur dan bangga, karena tidak ada anggota TNI dan Polri yang terlibat tindak pidana. Mari bersama-sama kita pertahankan dan jaga nama baik TNI-Polri, agar masyarakat tetap percaya dan bangga kepada kita. Kita semua mengetahui bahwa dalam beberapa survei, TNI, KPK dan Polri masih menjadi lembaga yang paling dipercaya publik,” jelasnya.

Untuk itu, dia menyampaikan agar semua pihak dapat saling mengingatkan untuk selalu sadar dan patuh hukum. Baik hukum yang berlaku di lingkungan sendiri maupun hukum positif yang berlaku secara nasional. Menjadi teladan patuh hukum bagi masyarakat sudah selayaknya menjadi jargon baru kebanggaan TNI dan Polri.

Untuk meningkatkan sinergi dan keharmonisan TNI-Polri, dirinya dan Pangdam berencana akan melaksanakan kunjungan kerja terpadu ke polres-polres dan kodim-kodim serta satuan lain yang ada di wilayah tersebut. 

“Kita akan kumpulkan personel TNI-Polri yang ada di wilayah tersebut dalam satu tempat. Bisa di Polres atau di kodim atau juga di batalyon,” tuturnya. (rah/bob)