Senin, 14 Oktober 2019


Beli Kendaraan Bermotor, Konsumen Harus Ikut Pelatihan Keselamatan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 352
Beli Kendaraan Bermotor, Konsumen Harus Ikut Pelatihan Keselamatan

Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Masbudi. (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP - Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Masbudi menjelaskan tiap konsumen yang akan membeli kendaraan bermotor, harus mengikuti pelatihan keselamatan lebih dulu.

Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan pelaku usaha bidang otomotif untuk melancarkan hal tersebut.

"Kami imbau untuk mewajibkan mereka, yang jelas orangtuanya yang membelikan kendaraan kepada anaknya, orangtua harus tahu apakah anaknya sudah paham tentang keselamatan," katanya usai Optimalisasi Kemitraan Pelaku Usaha Bidang Otomotif dan Ditlantas Polda Kalbar Guna Mendukung Program Road Safety Partnership Action, Kamis (22/2).

Dia menjelaskan dalam hal ini pelaku usaha otomotif merasa bertanggung jawab atas kendaraan yang dijual. Mereka mendorong konsumen untuk dilatih.

 Hal ini sesuai dengan amar Rencana Umum Nasional Keselamatan, di mana salah satu pilarnya adalah kendaraan yang berkeselamatan.

"Jadi kami juga mengajak para dealer pelaku usaha otomotif untuk memberikan bantuan berupa kemitraan dalam Bidang keselamatan yaitu pihak dealer akan memberikan bantuan donasi berkaitan dengan anggaran untuk menyekolahkan, memberikan pelatihan kepada para konsumen dan membeli kendaraan bermotor untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan keselamatan," jelasnya.

Pihaknya nanti akan menyiapkan ruang kelas untuk pelatihan dan membuat simulator mengemudi untuk memberikan edukasi kepada konsumen berkaitan dengan keselamatan. Niat baik ini timbul atas kesadaran pelaku otomotif.

Di mana mereka tidak hanya berpikiran ekonomian tapi juga mempunyai tanggung jawab secara tidak langsung berkaitan dengan keselamatan.

Caranya dengan memberikan pendidikan kepada para konsumen yang membeli kendaraan baik dua atau empat dalam bentuk pelatihan. Sehingga harapannya, bisa menekan kecelakaan yang menimbulkan korban fatalitas. Selain itu juga meningkatkan edukasi mengenai budaya tertib lalu lintas.

"Ayo bersama-sama dengan masyarakat yang menggunakan kendaraan mengusung tema keselamatan," pungkasnya. (bls)