Minggu, 22 September 2019


Pembuat Isu SARA Pilkada di Kalbar, Jumadi: Terdeteksi dari Pihak Luar

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 458
Pembuat Isu SARA Pilkada di Kalbar, Jumadi: Terdeteksi dari Pihak Luar

Pengamat politik Untan, Jumadi. (SP/Umar)

PONTIANAK, SP - Jelang Pilkada serentak  2018, informasi atau berita hoaks sangat mudah ditemukan di berbagai media. Kadang, motivasinya kepentingan politik untuk menjatuhkan lawan politik lain.

Pengamat politik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Jumadi, berpandangan informasi hoaks dalam Pilkada sangat besar potensinya disebar oleh pihak di luar dari para kandidat.

Potensi ini karena KPU telah mewajibkan setiap paslon mengajukan website khusus yang harus diserahkan. Tujuannya agar segala informasi dan kegiatan resmi paslon dapat terpantau oleh penyelenggara Pemilu.

“Di luar itu (website resmi paslon) dalam konteks kontestasi politik ya tentu ilegal. Oleh karena itu yang ilegal-ilegal ini yang berpotensi kemudian untuk menyebarkan hoaks,” ujarnya kepada awak media usai menghadiri FGD Komunitas Peduli Informasi (Kopi) di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Selasa (27/2).

Mengenai penyebaran informasi hoaks politik dalam Pilkada serentak di Kalbar, ia mengatakan tidak menutup kemungkinan itu berasal dari tim sukses, pendukung bahkan pihak di luar Kalbar.

“Informasi yang saya dapat misalnya, beberapa isu yang terkait dengan SARA misalnya itu bukan dibuat di Kalbar, justru dibuat di luar Kalbar,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi berita hoaks yang dapat berakibat kerawanan dalam Pilkada, Jumadi mengajak semua kalangan untuk cerdas dalam menerima berbagai informasi. Apalagi, informasi itu mengandung unsur provokasi.

“Hoaks itu kan bohong, berita palsu. Di sini peran media kemudian dunia pendidikan kemudian juga KPU dan Bawaslu, untuk terus menyampaikan memberikan edukasi kepada masyarakat lebih cerdas untuk tidak mudah menerima informasi yang kebenarannya itu belum diverifikasi,” katanya.

“Saya pikir tingkat yang mendorong kerawanan Pilkada di Kalbar itu, kalau ini tidak diantisipasi adalah hoaks itu,” pungkas dia. (umr)