Rabu, 18 September 2019


Amoth, Band Black Metal Asal Pontianak Bakal Manggung di Event Musik International

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 1012
Amoth, Band Black Metal Asal Pontianak Bakal Manggung di Event Musik International

Amoth Band. (ist)

PONTIANAK, SP - Geliat musik metal nyatanya tak padam. Walau sudah banyak band-band yang "tumbang" dimakan zaman, ada saja yang tetap eksis. Malah, Amoth, band aliran black metal asal Pontianak, 3 Maret 2018 nanti akan tampil dalam ajang musik Ceremony of Eternal Darkness, di The Rumah Panjai, Matang Jaya, Kuching, Serawak, Malaysia.

Band yang eksis sejak tahun 1998 itu bukan tanpa guncangan. Gonta-ganti personel sempat terjadi. Di awal terbentuk, band ini digawangi Heru pada gitar, Ifit sang vokalis, Uun juru rhytem gitar dan bassis Ian. Setelah belasan tahun, line up berubah. Sekarang personelnya drummer Eyi, Uun kini beralih ke bassis, Ian juga jadi vokalis, dan Rudi juga Rizky pada gitar.

"Kita eksis terus sih, meski gonta-ganti personel. Untuk aliran black metal sendiri hanya Amoth satu-satunya (band) yang ada di Kota Pontianak," cerita salah satu personel, Ian, Kamis (1/3).

Konsistensi Amoth di belantika musik cadas didapat dari komunikasi dan keterbukaan sesama personel. Namun tetap saja band yang lahir di era reformasi ini terasa istimewa. Di tengah "kesendiriannya", Amoth sendiri sempat mengeluarkan mini album berjudul Armada Pasukan Durjana. Setidaknya ada empat lagu yang terkover di dalamnya.

"Kita sudah banyak event yang diikuti, dan yang paling membanggakan menjadi bintang tamu di event metal yang diselenggarakan di Kuching, Malaysia," ucapnya.

Even musik metal internasional di Malaysia tersebut nantinya akan diikuti band dari negara serumpun seperti Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam. Buat Amoth, ini kali kedua band yang punya referensi musik dari band-band di negeri Skandinavia itu, main di luar negeri. Di Pontianak sendiri, even macam ini sudah sulit ditemui. Penggemar musik ekstrem ini memang tidak seperti musik lain.

Ian yang berprofesi sebagai jurnalis ini berujar pergerakan komunitas musik metal kebanyakan berdiri sendiri. Musik ekstrem punya prinsip kerjakan sendiri apa yang mampu. Mulai dari menghidupkan band, promosi, rekaman sampai produksi karya dengan dana sendiri. Namun memang saat ini, perhatian untuk dunia seni bisa dikatakan minim.

"Di Malaysia kita akan main tujuh lagu. Empat lagu sendiri dan tiga cover song. Kita terus persiapan dengan latihan rutin," katanya.

Empat lagu black metal ciptaan sendiri yang nantinya mereka bawakan, adalah Armada Pasukan Durjana, Angkara Tirai Kegelapan, Warriors Amoth, dan Kutukan Nista Berhala. Ian bercerita kebanyakan lirik yang dia buat berkisah soal peperangan, frustrasi, kematian, dilihat dari sudut pandang kegelapan. Sebenarnya ada satu lagi lagu, berjudul Glory of Kuntilanak, namun belum sempat di-remixing.

"Intinya kita mengingatkan soal sisi gelap manusia. Frustrasi dan kesedihan hanya akan membawa malapetaka, apalagi ambisi penguasa untuk meraup semuanya, sehingga timbullah berhala baru seperti harta, kedudukan, bahkan rela mengabdi pada setan hanya untuk harta dunia yang fanamorgana," pungkasnya. (bls)