Senin, 23 September 2019


Pasukan Hizbuallah akan Buka Haul Akbar Al-Habib Muhsin bin Ali Alhinduan ke 38

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 984
Pasukan Hizbuallah akan Buka Haul Akbar Al-Habib Muhsin bin Ali Alhinduan ke 38

Al-Habib Muhsin bin Ali Al Hinduan saat bersama Pasukan Hizbuallah. (IST)

PONTIANAK, SP - Pasukan Hizbuallah akan membuka Haul Akbar Al-Habib Muhsin bin Ali Al Hinduan ke 38 di Masjid Naqsyabandi, Pal VII, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, 2-4 Maret 2018.

Cucu Al Habib Muhsin bin Ali Al Hinduan, salah satu putra Al Habib Amin bin Muhsin Al Hinduan, S. Ali Hamzah Farmadi Al Hinduan bercerita pembukaan nantinya akan diambil dari salah satu kisah manaqib Al Habib Muhsin Al Hinduan pada saat memimpin Pasukan Hizbuallah. Di mana setelah diproklamirkan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, upaya Belanda untuk menjajah kembali Indonesia terus dilakukan dengan membonceng tentara sekutu.

Namun bangsa Indonesia telah siap menghadapi mereka walau bersenjata sederhana. Terlebih penyerbuan tentara Inggris di Surabaya, 10 November yang sekarang dikenal sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa itu membakar semangat para pejuang di Jawa Timur dan Madura khususnya. Tidak ketinggalan pula KH Habib Muhsin bin Ali Al Hinduan.

"Melihat kejadian yang mengorbankan ribuan pejuang dan rakyat sipil beliau terpanggil untuk terlibat dalam perjuangan. Kemudian dibentuklah Laskar Hizbuallah yang anggotanya dipimpin dari ikhwan tarekat naqsyabandi mudzariyah dan para simpatisannya yang berkedudukan di Tambelangan, Kabupaten Sampang," ceritanya Kamis (1/3).

Laskar Hizbuallah dibentuk untuk mempertahankan pulau Madura dari serbuan para penjajah Belanda. Namun pada kenyataannya, Belanda berhasil menguasai pulau Madura, kecuali Tambelangan, Sampang.

"Cerita ini akan kami tampilkan pada tanggal 2 Maret 2018. Harapan saya, agar murid-murid beliau ataupun orang lain yang menyaksikannya dapat tahu bahwa kakek saya termasuk pahlawan Indonesia dengan gelar Laskar Hizbuallah," katanya.

Cucu lain Al-Habib Muhsin bin Ali Al Hinduan, Syarifah Fathimah Assegaf mengatakan haul ini digelar dengan semangat Asybal Naqsyabandi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenang jasa Sang Guru yang mereka cintai.

Al Habib Muhsin bin Ali Al Hinduan merupakan tokoh yang berasal dari Sumenep, Madura. Seorang ulama masyhur dengan tarekat Naqsyabandi Mudzhariyah yang punya murid tak cuma di tanah dia berasal. Tapi juga di tanah Kalimantan dan Sulawesi. Setelah Sang Guru wafat, perjuangan untuk mengajak murid gemar beribadah dan selalu mendekatkan diri pada Allah, juga membentengi diri mereka dari segala kebejatan, adalah putranya yang kini juga telah kembali ke hadirat Allah, yaitu Habib Amnin bin Muhsin Alhinduan.

"Dengan semangat Asybal Naqsyabandi semoga niat baik ini selalu Allah ridhoi," pungkasnya. (bls)