Polresta Pontianak Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Pil Ekstasi

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 286

Polresta Pontianak Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Pil Ekstasi
Pemusnahan barang bukti narkoba, Kamis (1/3). (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Polresta Pontianak melakukan pemusnahan terhadap barang bukti sabu dan ekstasi dari hasil penangkapan pada dua TKP yang berbeda di depan Lobi Polresta Pontianak, Kamis (1/3) pagi.

Dua TKP barang bukti yang dimusnahkan tersebut yaitu hasil penangkapan di Jalan Ya’M Sabran (didepan toko Global Jaya Elektronik), Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (18/2), dengan tersangka seorang pria bernama RIY alias IAN, yang merupakan seorang kurir, dengan barang bukti sabu seberat kurang lebih 90,5 gram.

Serta TKP di Jalan Tanjungpura, Gang 3, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, dengan tersangka berinisial AHM yang ditangkap pada 15 Februari 2018. Dari penangkapan tersebut Polisi berhasil mengamankan sabu dengan berat netto 7,022 gram beserta tujuh butir tablet narkotika jenis ekstasi.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti tersebut terlebih dahulu diuji oleh pihak BNN untuk membuktikan keasliannya. Setelah dilakukan pengujian, barang bukti dimusnahkan dengan cara dilebur dengan menggunakan air bercampur deterjen.
Sementara barang bukti pil ekstasi dimusnahkan dengan menggunakan blender.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Purwanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepada kedua tersangka, saat ini masih belum membuahkan hasil.

“Yang bersangkutan masih belum membuka,” tandasnya.

Pihaknya juga memperoleh informasi dari sumber lain, terkait perkembangan peredaran barang-barang haram tersebut yang ada di wilayah hukum Polresta Pontianak.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka tersebut menurutnya mengaku sebagai kurir. Namun, demikian dikatakannya apapun yang terjadi, pihaknya menemukan barang haram tersebut ada pada kedua tersangka.

Pasal yang digunakan untuk menjerat kedua tersangka yaitu Pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 KUHP. (rah)