Satpol PP Pontianak: Pemain Layangan Mayoritas Anak-anak

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 805

Satpol PP Pontianak: Pemain Layangan Mayoritas Anak-anak
Layangan yang dirazia Satpol PP. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Kabid Penegak Peraturan Perundangan, Satpol-PP Pontianak, Nazarudin menyebut pemain layangan yang menggunakan tali kawat dan gelasan kebanyakan anak di bawah umur.

Anak-anak ini sering main di jalan pararel Sungai Jawi, Jalan Pancasila, umumnya daerah kota. Sebagian besar main dengan tali kawat atau ‘nyaok’ layangan putus.

"Kalau listrik menang, kawat putus. Tapi kalau misalnya layangan putus, ada kawat sangkut di tiang listrik kemudian ada yang juntai ke bawah, diambil dia jadi kesetrum," ucap Nazarudin, Senin (5/3).

Selain kasus setrum, ada juga yang luka-luka akibat gelasan. Banyak yang kena di leher dan bagian wajah. Tak jarang juga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Namun yang tak kalah penting katanya di daerah Pontianak Utara dan Pontianak Timur adalah menjaga sutet.

"Kami juga sama-sama PLN razia. Kalau sutet itu kalah, jatuh gardunya. Mereka pakai kawat dari tali rem yang lepas-lepas," imbuhnya.

Nazarudin mengatakan anak-anak di bawah umur itu tak bisa ditindak pidana. Pihaknya hanya memberikan pemahaman dan pemberitahuan ke orang tua masing-masing anak. Sampai saat ini, sudah ribuan layangan diamankan. Sebagian disimpan di Kantor Satpol-PP sebagai barang bukti.

"Malah yang jualan kita juga amankan. Tapi tidak ada tindakan karena tidak ada (aturan) dalam perda. Kalau 2017 sudah ada dua yang kena tipiring, satu Rp500 ribu, kedua Rp1 juta," katanya.

Untuk urusan penanganan ke depan, dia mengungkapkan sesuai arahan Wali Kota, pemain layangan bisa main di festival yang digelar dua tahun sekali. (bls)