Rabu, 20 November 2019


Sempat Molor Dua Jam, Paripurna Penyertaan Modal Pemkot Pontianak ke PDAM dan Bank Kalbar Dilanjutkan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 382
Sempat Molor Dua Jam, Paripurna Penyertaan Modal Pemkot Pontianak ke PDAM dan Bank Kalbar Dilanjutkan

Suasana sidang paripurna di DPRD Kota Pontianak, Selasa (6/3). (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP - Rapat paripurna dengan agenda Pidato Jawaban Wali Kota Pontianak atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal ke PDAM dan Bank Kalbar di Kantor DPRD Pontianak, Selasa (6/3) pagi, sempat molor dua jam. Sejatinya agenda itu digelar pukul 09.00 WIB. Namun baru dimulai pukul 11.08 WIB.

Paripurna hari ini seperti drama panjang. Sekira pukul 10.00 WIB, pimpinan sidang Wakil Ketua DPRD Pontianak Firdaus Zarin memulai paripurna, hanya 14 orang wakil rakyat yang datang.

Rinciannya dari fraksi PDI-Perjuangan dari lima hadir dua orang, fraksi Nasdem dari enam orang hadir dua, fraksi Golkar dari lima orang hadir satu, fraksi PAN dari lima hadir dua orang, fraksi PKB dari empat hadir tiga orang, PPP dari empat hadir satu orang, fraksi Gerindra dari tiga orang hadir satu orang, fraksi Bintang Hati Nurani Rakyat dari lima hadir satu orang, dan fraksi Demokrat Keadilan dari lima, hanya satu orang yang hadir. Total 28 legislatif tak hadir, dari jumlah 42 orang.

"Rapat kita tunda 15 menit," kata Firdaus Zarin menunda sidang di depan mimbar kurang lebih pukul 10.30 WIB.

Namun nyatanya rapat baru kembali dimulai pukul 11.08 WIB, tepat dengan kehadiran 22 orang. Memenuhi syarat sesuai aturan 50 persen + 1 sidang kuorum. Tapi bukan tiba-tiba ada. Sepanjang waktu tunggu, perangkat di DPRD sibuk mondar-mandir menghubungi anggota dewan agar datang. Di jelang rapat kembali dimulai saja, masih kurang dua.

"Kurang dua, masih di jalan," kata salah seorang pegawai DPRD.

Firdaus Zarin yang memimpin rapat bersama Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmuda, ditemani Wakil Ketua DPRD lain, Alwi saat penundaan sidang menjelaskan semua sudah diagendakan dan masuk dalam APBD Pontianak. Rapat ini katanya tinggal pengesahan aturan dua raperda ini agar legal.

Soal tidak kuorumnya sidang, politisi Nasdem ini menjelaskan di waktu yang sama, ada 10 dewan yang mengikuti adeksi di Batam.

"Sisanya masih kita tunggu kedatangannya," ucapnya.

Dia menyadari koordinasi sesama dewan kadang gampang diucapkan. Tapi kenyataan di lapangan kadang susah dilaksanakan. Apalagi baru saja kemarin, sidang lanjutan Raperda sama digelar. Harusnya dewan sudah tahu jadwal. Firdaus tak tahu, apa penyebab rekan-rekannya terlambat datang.

"Kalau untuk Nasdem yang tidak hadir sudah memberi tahu saya. Ada yang keluar kota, ada ikut adeksi dan satu lagi izin karena keluarganya menikah," ungkapnya.

Perkara sanksi disiplin, Zarin mengatakan baru ada kalau tiga kali berturut-turut dewan tak menghadiri rapat. Itupun, kebijakan pemberian sanksi dilakukan oleh masing-masing fraksi. (bls)