Senin, 23 September 2019


Dihajar Muridnya Sampai Masuk Rumah Sakit, Nuzul: Ibu Memaafkan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 1338
Dihajar Muridnya Sampai Masuk Rumah Sakit, Nuzul: Ibu Memaafkan

Kondisi Nuzul di RSUD Soedarso. (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP – Sakit luar biasa di kepala Nuzul Kurniawati (49) pasca dipukul menggunakan kursi plastik dan dilempar HP, membuatnya tak mampu bangun.

Saat dibawa ke rumah sakit pun, Nuzul dibopong. Bengkak di bawah telinga bagian kanan masih sampai sekarang. Malah di malam kejadian, bagian yang memar itu berdenyut sampai membuat Nuzul tak bisa tidur. Darah sempat keluar dari telinganya.

"Dikompres air hangat baru bisa tidur. Sudah scanner mungkin hari ini baru dapat hasilnya," ucapnya ditemui di RSUD Soedarso, Kamis (8/3).

Walau sudah dapat perbuatan tak menyenangkan dari muridnya, Nuzul memaafkan NF. Dia mengaku sayang dengan semua murid. Profesi guru, sebagai pendidik. Bagaimana mengubah anak itu jadi lebih baik.

"Kalau ibu benci, gimana anak didik kita. Ibu tetap sayang, gimana supaya bisa memperbaiki sifatnya, memperbaiki akhlaknya. Mudah-mudahan dengan ini NF lebih baik. NF itu anak yatim. Ibu memaafkan," ucapnya lembut.

Sudah jadi tugas guru katanya untuk membimbing muridnya jadi lebih baik.

"Kalau awalnya kasar, mudah-mudahan lebih lembut hatinya. Mudah-mudahan kejadian ini untuk perbaikan anak-anak kita. Terutama akhlak, semoga dengan guru tidak seenaknya," lirihnya.

Saat ini, tindakan pemukulan itu sudah dilaporkan ke Kepolisian Resor Pontianak Timur. Secara pribadi, dia mengaku ingin menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun pihak keluarga menolak.

"Karena banyak tanggapan bilang gimana supaya anak ini jera, dan jadi pelajaran ke yang lain. Karena sudah banyak kejadian selama ini," katanya.

Jika pun nantinya dihukum, Nuzul ingin hukuman itu bisa mendidik NF jadi lebih baik.

"Anaknya gimana caranya jadi lebih baik. Untuk masa depan anak itu sendiri, ke depan masih punya masa depan anak itu. Jangan sampai masa depannya hancur gara-gara ini, ibu ndak mau," pungkasnya. (bls)