Kota-kota dengan Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 483

Kota-kota dengan Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Fenomena Titik Kulminasi di Tugu Khatulistiwa Pontianak. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP – Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN), Jasyanto menjelaskan hari tanpa bayangan bukan hanya terjadi di Kota Pontianak.

Sejumlah kota lain juga merasakan hal sama. Seperti di Denpasar pada tanggal 26 Februari dan 16 Oktober, Jakarta tanggal 5 Maret dan 9 Oktober, Belitung tanggal 13 Maret dan 1 Oktober, Sabang tanggal 5 April dan 8 September. Di Kota Pontianak sendiri, hari tanpa bayangan atau peristiwa kulminasi terjadi 21-23 Maret dan 21-23 September.

“Itu tanggal penting yang kita ambil dari rumusan astronomi. Tidak hanya terjadi di Pontianak atau kota-kota yang dilewati garis ekuator saja, melainkan dapat terjadi di kota-kota yang berada di antara 23,4 lintang selatan dan 23,4 lintang utara,” katanya usai pembukaan acara Titik Kulminasi di Tugu Khatulistiwa Pontianak, Rabu (21/3).

Jasyanto menjelaskan peristiwa kulminasi atau hari tanpa bayangan terjadi ketika matahari berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa). Hal ini menjadi fenomena yang menarik bagi Indonesia yang terletak di garis ekuator. Saat tengah hari apabila seseorang berada di wilayah khatulistiwa maka matahari akan berada hampir tepat di atas kepala.

Peristiwa ini terjadi karena bumi beredar mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar bumi berbentuk agak lonjong sehingga bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat. Bidang edar ini disebut bidang ekliptika. Bidang ini miring 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi.

“Karenanya, matahari tampak berada di atas belahan bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan bumi selatan setengah tahun sisanya,” jelasnya.

Perubahan posisi matahari itu menyebabkan perubahan musim di bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering basah di wilayah Indonesia. Uniknya, pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB, matahari tepat berada di atas ekuator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox, karena di hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia sama-sama 12 jam.

“Di Kota Pontianak, matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehingga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan. Hari ini, matahari mencapai titik puncak atau kulminasi pukul 11.50 WIB,” sambungnya.

Fenomena yang sama akan terjadi saat autumnal equinox (autumn musim gugur), pada 23 September 2018. (bls)