Jumat, 06 Desember 2019


Dua Bulan Polresta Pontianak Tangani Ratusan Kasus

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 601
Dua Bulan Polresta Pontianak Tangani Ratusan Kasus

Ilustrasi. Net

PONTIANAK, SP - Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli mengatakan bahwa selama bulan Januari hingga Februari 2018, Sat Reskrim Polresta Pontianak berhasil menyelesaikan sebanyak 235 kasus dari 375 laporan polisi.

“Dari bulan Januari hingga Februari 375 laporan polisi dan yang terselesaikan sebanyak 235 kasus dari 375 laporan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli. 

Dikatakannya lebih lanjut, jika dipersentasekan maka penyelesaian kasus yang ada telah mencapai sekira 65 persen. 

Dari kasus-kasus tersebut yang menonjol menurutnya merupakan kasus kejahatan konvensional, berupa kejahatan 4C yaitu pencurian biasa (Curbis), pencurian pemberatan (Curat), pencurian kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), yang saat ini masih mendominasi di wilayah hukum Polresta Pontianak.

Sementara untuk kejahatan lainnya yang juga terjadi di Kota Pontianak yang cukup banyak yaitu kasus penipuan dan penggelapan. 

Namun ada pula jenis kejahatan kekayaan negara juga turut ditangani berupa kasus BBM yang ditanggani sebanyak 11 kasus, serta kasus narkotika yang saat ini ditanggani sat reskrim Polresta.

“Untuk yang mendominasi masih residivis,” ucapnya.

Berdasarkan atensi dari Kapolda Kalbar terkait kejahatan 4C, yang cukuo marak di wilayah Kalbar khusunya Kota Pontianak, dia mengatakan dilihat dari operasi panah yang lalu, Sat Reskrim berhasil mengungkap 132 persen, dari target yang ditentukan Polda Kalbar sebesar 87 kasus 

“Dalam waktu 15 hari kami mengungkap sekitar 92 perkara,” pungkasnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar tetaplah menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta jangan bertindak apatis dengan tetap menjaga keamanan dilingkungan masing masing serta menjaga harta benda barang barang milik pribadi.

Beberapa kejadian, dikatakannya dikarenakan keteledoran yang dilakukan korban sendiri, salah satunya pada kasus curanmor terhadi akibat korban meninggalkan sepeda motor dengan kunci masih menempel di sepeda motor. (rah/ind)