Selasa, 17 September 2019


Pemkot Klaim Unggah 1 Juta 35 Ribu Data ke Program Satu Data

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 344
Pemkot Klaim Unggah 1 Juta 35 Ribu Data ke Program Satu Data

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pontianak, Uray Indra. (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pontianak, Uray Indra mengungkapkan data pemerintahan Kota Pontianak yang terintegrasi di portal Satu Data Indonesia data.go.id  sudah 1 juta 35 ribu data.

Data-data itu berasal dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan diunggah Diskominfo. Jumlah itu katanya berkaitan dengan kuantitas data.

"Untuk sekarang ini Pemkot bersama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang membantu kita dalam bagaimana menggunakan data yang kuantitasnya banyak menjadi data berkualitas," katanya Rabu (28/3).

KSP dan National Democratic Institute (NDI) membantu Pemkot dalam mengelola data yang bersifat kuantitas menjadi berkualitas. Salah satunya dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan. Tahap awal, pengelolaan data ini dilakukan di Dinas Kesehatan.

"Itu juga terkait dengan IT-nya, tentunya aplikasi-aplikasi yang selama ini mungkin masih belum terintegrasi, kita integrasikan. Sekarang kita sudah melaksanakan kegiatan itu," jelasnya.

Pihaknya ingin kualitas data menjadi percontohan di Indonesia. Walau tak jarang ada masalah. Misalnya ketika tengah mengunggah data, server di pusat down. Padahal, KSP sedang menyiapkan bagaimana kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia harus  masuk ke Satu Data Indonesia.

Untuk Pontianak semua data sudah masuk ke dalam Satu Data Indonesia. Data-data itu berupa data sosial budaya, ekonomi, infrastruktur, termasuk penduduk miskin. Data-data ini kata Indra bisa digunakan oleh masyarakat atau perguruan tinggi.

"Data itu bentuknya masih mentah," katanya.

Suara Pemred pun mencoba membuka portal data.go.id dan mencari kata kunci "Pontianak" di kolom pencarian. Jumlah data yang muncul hanya 1.015 saja. Selain itu, beberapa data pun tak bisa diunduh. Layar menunjukkan data galat. Menanggapi itu, Uray Indra mengatakan jumlah yang tampak di layar tersebut kemungkinan jumlah meta data.

"Itu mungkin itu meta datanya. Tapi kalau data mentah, kuantitasnya satu juta sekian. Data itu kan macam-macam, misalnya data masyarakat miskin, itu satu data, tapi kuantitas datanya banyak sekali," pungkasnya. (bls)