Minggu, 15 Desember 2019


Perusak APK Paslon Pilkada Terancam Pidana

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 609
Perusak APK Paslon Pilkada Terancam Pidana

Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhermansyah. (SP/Umar)

PONTIANAK, SP - Bawaslu Kalbar, mengecam tindakan perusakan alat peraga kampanye (APK) di sejumlah daerah di Kalbar.

APK paslon yang rusak itu diduga disengaja namun adapula yang rusak dengan sendirinya.

"Itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji ya. Secara normatif, itu tegas dilarang oleh undang-undang," ujar Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhermansyah, kepada awak media di Pontianak, Jumat (30/3).

Ia menegaskan, apabila terbukti ada pihak yang sengaja merusak APK paslon, maka akan disanksi pidana.

"Sanksinya pidana apabila ketahuan atau terbukti," kata dia.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya tengah mendalami laporan dan aduan terkait APK yang rusak di sejumlah daerah.

"Apakah itu sengaja dirusak atau apakah memang tumbang dengan sendirinya. Tapi memang ada pertanyaan juga, kenapa duanya (APK paslon) rusak satunya tidak (paslon lain)," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Bawaslu telah berkoordinasi dengan pihak terkait berkenaan lokus kerusakan APK.

"Contoh, kalau rusaknya di Kabupaten Mempawah, Landak, Kubu Raya, tentu kami mendorong Panwaslu setempat, walaupun ini Pilgub, tetapi lokus deliknya ada di sana," terangnya.

"Kami mendapatkan laporan, mereka (Panwaslu) sudah berkoordinasi," jelas dia.

Dari laporan dan aduan yang diterima, Bawaslu mendapati kerusakan APK paslon Pilgub terjadi di Mempawah, Landak dan Kubu Raya.

"Kami tindaklanjuti ke tim kami di daerah tersebut untuk melakukan upaya dulu," jelasnya.

Dugaan perusakan APK ini bisa saja dilakukan oleh oknum pendukung atau simpatisan paslon tertentu, dan bahkan oknum warga. 

Oleh karenanya, Ruhermansyah mengimbau, agar paslon untuk dapat memberikan pemahaman kepada pendukung dan tim serta simpatisannya untuk sama-sama menjaga APK yang sudah terpasang.

"Cuma tentu sengaja atau tidak dengan, itu yang masih kita dalami," pungkasnya. (umr)