Sabtu, 14 Desember 2019


Mitigasi untuk Hindari Konflik Manusia dan Orangutan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 374
Mitigasi untuk Hindari Konflik Manusia dan Orangutan

Orangutan. (ist)

PONTIANAK, SP - Manajer Program Kalimantan Barat WWF-Indonesia, Albertus Tjiu mengungkapkan mitigasi penting untuk menghindari konflik antara manusia dan Orangutan di habitat mereka.

Maka dari itu, perlu ada penguatan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia guna meminimalisasi potensi konflik manusia dengan orangutan.

Potensi konflik itu salah satunya masih ditemukan di lanskap Hutan Sungai Purun, Kabupaten Mempawah dan sekitarnya.

Pembekalan soal mitigasi yang dilaksanakan dengan mengundang stakeholder terkait, akan memberikan pemahaman dan keseragaman metodologi survei kepada instansi pemerintah, pihak swasta, dan lembaga konservasi lingkungan (LSM).

Hal ini akan berdampak panjang terhadap upaya penanganan orangutan pasca penyelamatan.

"Mitigasi ini juga mesti dilakukan berdampingan dengan sikap proaktif melaporkan kasus atau temuan konflik melalui call center dan menyampaikan laporan melalui aplikasi Android yang sudah ada," ucapnya, Selasa (3/4).

Albertus menyebutkan sebenarnya manusia masih berkerabat dekat dengan spesies Orangutan. Pemahaman ini harus didapat untuk bisa hidup bersama-sama menjaga alam tempat spesies ini hidup. Jika bisa hidup harmonis dengan alam, dia yakin kehidupan akan lebih baik.

Sementara itu, Direktur Yayasan Titian Lestari, Sulhani, menjelaskan partisipasi aktif semua pihak dalam memantau peredaran Orangutan seperti perdagangan, pemeliharaan, atau perjumpaan, khususnya dari pihak swasta dan masyarakat sangat diharapkan.

Saat ini, BKSDA Kalbar telah melakukan beberapa upaya mitigasi konflik, di antaranya menginisiasi adanya nomor-nomor panggilan yang bisa dihubungi 24 jam (call center) dan memberikan peningkatan kapasitas pelaksana tugas lapangan.

Nomor call center tersebut adalah +6281-1577-6767 atau telepon ke nomor kantor (0561) 735635. Selain itu, laporan bisa juga disampaikan langsung ke alamat kantor BKSDA Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Yani No. 121, atau email ke [email protected]. (bls)