Senin, 14 Oktober 2019


Pemkot Kesulitan Data Pengangguran Pontianak

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 445
Pemkot Kesulitan Data Pengangguran Pontianak

Kepala DPMTK-PTSP Kota Pontianak, Junaidi. (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Kota Pontianak, Junaidi menjelaskan saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Pontianak tahun 2017 berjumlah kurang lebih 23 ribu jiwa.

Namun, dia masih bingung dengan data tersebut  apakah pekerja informal masuk juga dalam data atau tidak. Seperti misalnya penjual gado-gado, industri rumahan atau UMKM, termasuk start up.

"Kalau terdata itu sangat bisa menyerap tenaga kerja, memang tidak seperti formal atau kantoran itu saja. Kalau kita lihat sih di Kota Pontianak, gejolak (pengangguran) tidak terlalu, hanya data itu yang kita masih pertanyakan," ucapnya, Rabu (4/4).

Dia membandingkan, Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang dikeluarkan hingga ini sudah 6.100 izin. Jika satu izin saja punya satu tenaga kerja, setidaknya ada 12.200 orang yang dapat pekerjaan.

Belum lagi perusahaan berbasis daring seperti ojek yang bisa dikategorikan pekerja mandiri. Namun pola kemitraan yang diterapkan membuat dinas kesulitan. Jika saja ada 1.000 driver, sudah cukup signifikan dalam mengurangi pengangguran.

"Kita sulit untuk mendatanya karena dia mitra pola kemitraan, karena itu kita minta mereka fasilitasi perusahaan yang memberi jasa aplikasi itu. Diakan pasti ada," ucapnya.

Pendataan makin sulit, walaupun dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ada yang namanya Kartu Kuning atau AK1. Namun itu hanya untuk pekerja formal. Harusnya diwajibkan setiap warga negara yang masuk usia kerja, yakni berusia 15 tahun harus mendaftar. (bls)