Pontianak Harus Manfaatkan Bonus Demografi

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 342

Pontianak Harus Manfaatkan Bonus Demografi
Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak, Mahmudah menjelaskan pada tahun 2017, jumlah penduduk Pontianak sebesar 627.021 jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,39 persen. Dalam jumlah itu, kelompok umur produktif, di mana mereka berusia 15-64 tahun mendominasi jumlah penduduk Kota Pontianak. Jumlahnya mencapai 436.631 jiwa atau mendekati 70 persen dari total penduduk.

Sedangkan kelompok umur tidak produktif, yang masuk kelompok 0-14 tahun dan kelompok di atas 64 tahun berjumlah 176.657 jiwa atau sekitar 30 persen. Jumlah ini menunjukkan beban ketergantungan (dependency ratio) penduduk tidak produktif terhadap penduduk produktif kurang dari 40 persen.

"Artinya secara rata-rata 100 orang produktif menanggung 40 orang tidak produktif. Komposisi umur penduduk yang demikian menunjukkan bahwa Kota  Pontianak sudah memasuki bonus demografi. Ini harus dimanfaatkan," ucapnya Kamis (5/4).

Bonus demografi ditunjukkan dengan angka beban ketergantungan di bawah 50, yang berarti setiap lebih dari dua orang produktif menanggung satu orang usia tidak produktif.

"Penyediaan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas pekerja kota lakukan agar momen bonus demografi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi penduduk miskin," ucapnya.

Saat ini sendiri, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak jadi yang tertinggi di Kalimantan Barat dengan 77,63, naik 0,11 poin dari sebelumnya 77,52 di tahun 2015. Mahmudah mengatakan terus meningkatnya IPM menunjukkan kualitas hidup masyarakat semakin baik dan pembangunan Kota Pontianak semakin meningkat dari tahun sebelumnya.

"IPM Kota Pontianak juga lebih tinggi dari IPM Kalbar yang 65,88 dan rata-rata nasional 70,18," katanya.

Peningkatan angka IPM ini, diyakini salah satunya karena peningkatan pelayanan di sektor kesehatan, seperti semakin  meratanya ketersediaan fasilitas kesehatan disertai dengan kemudahan mengakses pelayanan medis. Sementara di sektor pendidikan, telah tersedia sarana dan prasarana yang layak dan merata sehingga meningkatkan Angka Rata-Rata Lama Sekolah.

"Selain itu, kita berupaya menjaga kondisi makro ekonomi yang kondusif terutama inflasi yang stabil dengan cara mengadakan operasi pasar secara rutin, menyediakan stok beras masyarakat miskin di kelurahan-kelurahan, demi menjaga daya beli masyarakat," jelasnya.

Dia menambahkan di tahun 2017, pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen, mengalami perlambatan dibanding tahun 2016 yang sebesar 5,10 persen. Kinerja sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah Informasi dan Komunikasi sebesar 16,35 persen. Angka ini sejalan pesatnya pertumbuhan perdagangan online.

Di urutan setelahnya adalah pertumbuhan Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 7,20 persen, sektor Konstruksi masih bertahan dengan pertumbuhan 6,60 persen. Sementara perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan industri pengolahan tetap bertahan dengan pertumbuhan sebesar 3,83 persen dan 2,95 persen. (bls)