Dewan Minta Warga Pontianak Sukseskan Imunisasi Difteri

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 270

Dewan Minta Warga Pontianak Sukseskan Imunisasi Difteri
Ilustrasi difteri. (net)
PONTIANAK, SP - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Nurfadli mengajak masyarakat kota untuk ikut dan membawa anak mereka ke tempat imunisasi difteri. Saat ini pemerintah memang telah mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan vaksin. Jika masih ada yang belum, dia meminta orang tua membawa anak tersebut berkunjung ke Puskesmas untuk menerima vaksin.

"Wabah difteri di beberapa wilayah di Kalimantan Barat katanya sudah merenggut banyak nyawa. Tentu hal ini sebisa mungkin harus dicegah agar tak terjadi di Pontianak, dengan imunisasi tadi," katanya Selasa (10/4).

Politisi asal PDI-Perjuangan ini menjelaskan imunisasi tidak hanya untuk kebaikan diri atau anak sendiri, tapi juga warga atau keluarga terdekat. Mengingat penyakit ini yang mudah menular, bahkan bisa lewat air liur. Karena itu dia meminta masyarakat membantu menyukseskan paling tidak capaian 95 persen vaksin difteri.

"Infonya saat ini baru 80 persen, tinggal 15 persen lagi dan saya yakin masyarakat Pontianak pasti akan mendukung," katanya.

Dia berujar, bersama infrastruktur dan pendidikan, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah lewat Dinas Kesehatan tengah melakukan antisipasi agar masalah kesehatan tak jadi kendala pengembangan kota dan sumber daya manusia ke depan.

"Memang ada pro kontra (soal imunisasi), tapi selama itu lebih banyak manfaatnya, tentu tidak apa-apa. Apalagi MUI mengatakan imunisasi halal," katanya.

Wakil rakyat yang berasal dari kalangan seniman ini pun mengajak para orang tua lebih selektif dan bertanya kebenaran berita pada orang yang betul-betul kredibel. Hal ini dia sampaikan lantaran beberapa waktu lalu, sempat beredar informasi di media sosial yang mengatakan kalau difteri, sama dengan panas dalam. Keduanya tentu berbeda.

"Mungkin itu kerjaan orang yang ingin mengacau. Kita harus cari informasi lebih dalam. Kalau memang panas dalam, kecil kemungkinan mengakibatkan kematian," pungkasnya. (bls)