Cawako Harry Daya Komit Tuntaskan Persoalan Sampah Kota

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 393

Cawako Harry Daya Komit Tuntaskan Persoalan Sampah Kota
Cawako Harry Adryanto. (ist)
PONTIANAK, SP – Sampah menjadi permasalahan umum di kota-kota besar, semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula volume sampah yang dihasilkan.

Menanggapi persoalan sampah di Kota Pontianak, calon Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry  Adryanto mengatakan, bahwa persoalan sampah bukan hanya sekadar memindahkan tumpukan sampah ke tempat pembuangan atau tempat sampah.
 
“Bagaimana sebelum sampah dibuang di TPA terlebih dahulu, dilakukan cara pemisahan antara sampah organik dan non organik. Sebenarnya pemisahan sampah ini dapat dimulai dari rumah masing-masing dan minimal dari wilayah terkecil yaitu Rukun Tetangga (RT)”, ujar Harry Adryanto di posko pemenangan Harry-Yandi, Jalan Ahmad Yani, Selasa (17/4).
 
Ia menjelaskan, contohnya di ibu kota Jakarta, di setiap RT sudah dipilih antara sampah organik dan non organik, dan pengolahan sampah dengan cara seperti ini sangat penting.

“Jika sampah dikelola dengan baik, maka sampah akan dapat menjadi peluang usaha dan sampah yang tidak berguna dapat diteruskan ke tempat pembuangan akhir”, jelasnya.

Dilanjutkan Harry, untuk melaksanakan cara kerja seperti ini dibutuhkan kepedulian pemerintah, dan jika terpilih nanti menjadi Wali Kota, maka dirinya akan melakukan perubahan cara pengelolaan sampah di Kota Pontianak.

“Nanti di setiap kelurahan akan dibentuk sebuah tim yang bertugas memandu masyarakat di setiap RT, agar dapat mengolah sampah menjadi berarti dan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Harry menyebutkan, saat ini di Kota Pontianak cuma terdapat satu tempat pembuangan akhir, yaitu di Kecamatan Pontianak Utara. Semua ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi penumpukan sampah secara besar-besaran di wilayah tersebut.

“Kita harus memperhatikan dampak terhadap masyarakat sekitar akibat sampah tersebut. Kita akan menata Kecamatan Pontianak Utara yang sempat terlupakan oleh pemerintah yang lalu,” ujarnya.

Jika terpilih nanti, ia terlebih dahulu akan melakukan studi terhadap persoalan tempat pembuangan sampah atau berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak.

“Seperti misalnya Kabupaten Mempawah atau Kubu Raya. Ini Perlu pembicaraan khusus,” pungkas Harry. (*)