UNBK SMP di Pontianak Sempat 'Ngadat'

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 304

UNBK SMP di Pontianak Sempat 'Ngadat'
Pelaksanaan UNBK di Pontianak, Senin (23/4). (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di hari pertama Senin (23/4) pagi sempat terganggu server pusat yang tiba-tiba putus koneksi.

Namun kondisi itu hanya berlangsung sebentar dan tidak mengganggu siswa yang tengah mengerjakan soal.

"Server sempat sendat, saya kira itu wajar karena diakses pada saat yang bersamaan di nasional, tapi masih dalam batas waktu yang tidak merugikan anak," kata Kepala SMPN 2 Pontianak, Yudi Herdiana.

Yudi menjelaskan walau sempat putus koneksi sesaat, siswa tetap bisa mengerjakan soal. Malah mereka punya waktu lebih banyak untuk membaca soal lantaran ketika terputus, waktu mengerjakan tidak berjalan.

"Jadi walau off mereka tetap bisa bekerja, ketika on mereka masuk dan tidak mengurangi waktu kerja mereka untuk satu mata pelajaran," jelasnya.

Di SMPN 2, total ada 90 unit komputer untuk 265 peserta ujian yang dibagi dalam tiga ruang laboratorium dan tiga sesi ujian per hari. Dari jumlah itu, 83 di antaranya adalah PC, sementara tujuh sisanya merupakan laptop milik dewan guru. Ini merupakan tahun pertama sekolah tersebut menjalani UNBK. Sebenarnya, sekolah hanya punya satu laboratorium komputer dengan 30 unit PC. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan dua server, 60 PC dan dua UPS, untuk sekolah tersebut.

"Sejauh ini alhamdulillah lancar, semoga sampai empat hari ke depan. Bahkan ada yang datang lebih awal," katanya.

Dia mengungkapkan persiapan sekolah sudah matang. Saat dibagikan kartu UNBK Sabtu (21/4) lalu, mereka juga diingatkan soal jadwal ujian. Sebagai antisipasi listrik padam, pihaknya turut menyiapkan genset. Dia yakin, instansi terkait pun sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Insya allah sudah dikondisikan," pungkasnya.

Tahun ini semua SMP mengikuti UNBK. Di tahun sebelumnya, hanya 11 sekolah swasta yang menjalankannya. Persiapan pun dilakukan matang, misalnya di SMPN 1 Pontianak.

Kepala SMPN 1 Pontianak, Yuyun Yuniarti menjelaskan ada 318 siswa di sekolahnya yang ikut UNBK dan telah disiapkan tiga laboratorium dengan tiap ruang berisi 36 komputer dengan empat komputer cadangan.

"Namun di laboratorium ketiga kita masih menggunakan 32 laptop bantuan orang tua siswa dengan 8 cadangan," katanya.

Sebagai persiapan, di semester lalu siswa di sana sudah ulangan akhir semester secara online dengan laptop, untuk mata pelajaran bahasa inggris dan bahasa indonesia. Sekolah juga mengenalkan aplikasi lain, mirip dengan ujian nasional di mata pelajaran tertentu.

"Kemudian kita juga lakukan simulasi UNBK terjadwal dari Kementerian dan membeli CD pelatihan UNBK untuk siswa belajar," pungkasnya. (bls)